{"id":162122,"date":"2026-01-25T14:31:33","date_gmt":"2026-01-25T06:31:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=162122"},"modified":"2026-01-25T14:31:33","modified_gmt":"2026-01-25T06:31:33","slug":"amblas-tanpa-tanda-rumah-warga-banjarmasin-rusak-parah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/amblas-tanpa-tanda-rumah-warga-banjarmasin-rusak-parah\/","title":{"rendered":"Amblas Tanpa Tanda, Rumah Warga Banjarmasin Rusak Parah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"420\" data-end=\"712\"><strong>BANJARMASIN <\/strong>\u2014 Ketakutan menyelimuti kawasan Komplek Mutiara 5, Jalan Sungai Andai, Banjarmasin, setelah sebuah rumah warga mendadak ambles dan separuh bangunannya tenggelam ke dalam tanah, Sabtu (24\/01\/2026) sore. Insiden itu membuat rumah tak lagi layak huni dan memaksa pemiliknya mengungsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"714\" data-end=\"962\">Pantauan hingga Minggu (25\/01\/2026) pagi, pemilik rumah masih berjibaku menyelamatkan sisa perabot yang tertinggal. Bagian atap terlihat rusak, lantai ambruk, sementara halaman rumah retak-retak akibat pergeseran tanah yang terjadi secara tiba-tiba.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"964\" data-end=\"1157\">Sesaat setelah kejadian, warga sekitar bersama relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) setempat langsung turun tangan membantu proses evakuasi barang-barang dari dalam rumah yang nyaris ambruk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1159\" data-end=\"1331\">Pemilik rumah, Rafi, mengatakan kejadian itu berlangsung cepat dan di luar dugaan. Ia mengaku tidak melihat tanda-tanda mencurigakan sebelum tanah di bawah rumahnya ambles. \u201cKejadiannya sore hari. Warga dan relawan langsung membantu mengeluarkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan,\u201d ujarnya saat ditemui di lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1490\" data-end=\"1643\">Rafi juga menyebut sempat ada petugas yang datang untuk memantau kondisi, namun proses evakuasi lebih banyak dilakukan secara swadaya oleh warga sekitar. \u201cYang paling banyak membantu justru tetangga dan relawan di sini. Kalau tidak cepat dievakuasi, barang-barang bisa ikut tenggelam,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1793\" data-end=\"1961\">Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerusakan yang ditimbulkan tergolong berat. Struktur bangunan dinilai sudah tidak aman untuk ditempati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1963\" data-end=\"2104\">Untuk sementara waktu, Rafi dan keluarganya memilih mengontrak rumah lain sambil menunggu kejelasan terkait kondisi tanah di lokasi tersebut. \u201cYang penting sekarang keluarga aman dulu. Soal rumah nanti dipikirkan belakangan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2207\" data-end=\"2311\">Sejumlah anggota keluarga juga mengaku terkejut karena amblesnya tanah terjadi tanpa peringatan apa pun. \u201cTidak ada hujan deras atau tanda retak sebelumnya. Tiba-tiba saja ambruk,\u201d ungkap salah satu anggota keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2432\" data-end=\"2647\">Hingga kini, penyebab pasti amblesnya rumah tersebut masih belum diketahui. Warga sekitar berharap ada pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tidak ada potensi kejadian serupa di rumah-rumah lain di kawasan tersebut. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2432\" data-end=\"2647\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARMASIN \u2014 Ketakutan menyelimuti kawasan Komplek Mutiara 5, Jalan Sungai Andai, Banjarmasin, setelah sebuah rumah warga mendadak ambles dan separuh bangunannya tenggelam ke dalam tanah, Sabtu (24\/01\/2026) sore. Insiden itu membuat rumah tak lagi layak huni dan memaksa pemiliknya mengungsi. Pantauan hingga Minggu (25\/01\/2026) pagi, pemilik rumah masih berjibaku menyelamatkan sisa perabot yang tertinggal. Bagian &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":162123,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,17,2276],"tags":[],"class_list":["post-162122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=162122"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162122\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":162124,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162122\/revisions\/162124"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/162123"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=162122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=162122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=162122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}