{"id":162125,"date":"2026-01-25T14:34:13","date_gmt":"2026-01-25T06:34:13","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=162125"},"modified":"2026-01-25T14:34:13","modified_gmt":"2026-01-25T06:34:13","slug":"pasca-banjir-jalan-sungai-buluh-dipenuhi-lubang-maut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-banjir-jalan-sungai-buluh-dipenuhi-lubang-maut\/","title":{"rendered":"Pasca Banjir, Jalan Sungai Buluh Dipenuhi Lubang Maut"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"406\" data-end=\"765\"><strong>HULU SUNGAI TENGAH<\/strong> \u2014 Kerusakan parah di Jalan Raya Desa Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan. Ruas jalan yang rusak akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu kini dipenuhi lubang besar dan retakan aspal yang membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"767\" data-end=\"1011\">Pantauan di lapangan, Minggu (25\/01\/2026), menunjukkan kondisi jalan yang memprihatinkan. Sejumlah lubang tampak menganga di badan jalan, sebagian di antaranya cukup dalam dan berpotensi menyebabkan kecelakaan jika tidak diantisipasi pengendara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1013\" data-end=\"1232\">Risiko semakin tinggi karena di sepanjang jalur tersebut belum terlihat rambu peringatan atau penanda bahaya. Pada malam hari atau saat hujan turun, lubang-lubang itu kerap tertutup genangan air sehingga sulit dikenali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1234\" data-end=\"1332\">Seorang pengendara, Ahmad (34), mengaku harus ekstra waspada setiap kali melintasi jalur tersebut. \u201cKalau lengah sedikit saja, bisa langsung terperosok. Apalagi malam hari, lubangnya tidak kelihatan sama sekali,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1464\" data-end=\"1667\">Warga setempat menyebut sedikitnya terdapat empat titik kerusakan berat yang membutuhkan penanganan segera. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut dikhawatirkan akan memicu kecelakaan lalu lintas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1669\" data-end=\"1870\">Pembakal Sungai Buluh, Suriani, membenarkan bahwa kerusakan jalan terjadi akibat banjir yang sempat merendam wilayah desanya. Meski air kini telah surut, dampak yang ditinggalkan masih dirasakan warga. \u201cAir memang sudah surut dan aktivitas warga mulai normal kembali, tetapi kondisi jalan belum pulih dan justru semakin berbahaya,\u201d kata Suriani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2023\" data-end=\"2127\">Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan agar akses utama warga kembali aman dan lancar. \u201cJalan ini urat nadi warga. Kami berharap perbaikannya bisa segera dilakukan demi keselamatan bersama,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2251\" data-end=\"2394\">Warga pun berharap ada langkah cepat dari instansi terkait, setidaknya dengan pemasangan rambu peringatan sebelum perbaikan permanen dilakukan. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2251\" data-end=\"2394\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HULU SUNGAI TENGAH \u2014 Kerusakan parah di Jalan Raya Desa Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan. Ruas jalan yang rusak akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu kini dipenuhi lubang besar dan retakan aspal yang membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Pantauan di lapangan, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":162126,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2297,2276],"tags":[],"class_list":["post-162125","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kabupaten-hulu-sungai-tengah-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162125","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=162125"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162125\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":162127,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162125\/revisions\/162127"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/162126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=162125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=162125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=162125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}