{"id":162192,"date":"2026-01-26T09:22:36","date_gmt":"2026-01-26T01:22:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=162192"},"modified":"2026-01-26T09:22:36","modified_gmt":"2026-01-26T01:22:36","slug":"banten-berduka-warga-terseret-arus-saat-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/banten-berduka-warga-terseret-arus-saat-banjir\/","title":{"rendered":"Banten Berduka, Warga Terseret Arus Saat Banjir"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"368\" data-end=\"679\"><strong>BANTEN<\/strong> &#8211; Tim search and rescue (SAR) gabungan melakukan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang setelah terseret arus deras di aliran irigasi persawahan Desa Gembor, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Peristiwa tersebut terjadi di tengah kondisi banjir yang melanda wilayah setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"681\" data-end=\"937\">Korban diketahui bernama Muizah (32), warga Kampung Pule, Desa Gembor. Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menyebut insiden itu terjadi sekitar pukul 12.20 WIB, bertepatan dengan kegiatan penyaluran bantuan sembako kepada warga terdampak banjir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"939\" data-end=\"1108\">\u201cPeristiwa itu terjadi saat aparat desa sedang membagikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir,\u201d ujar Ajat Sudrajat, Minggu (25\/01\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1110\" data-end=\"1359\">Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban yang diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa bergerak menuju area banjir meski telah diperingatkan warga. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan hingga korban akhirnya terseret arus deras.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1361\" data-end=\"1528\">\u201cWarga sempat melarang korban untuk melintas karena arus cukup kuat, tetapi yang bersangkutan tetap berjalan ke arah banjir hingga akhirnya terbawa arus,\u201d kata Ajat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1530\" data-end=\"1703\">Menindaklanjuti laporan kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Serang segera berkoordinasi dengan Kantor SAR Banten untuk mengerahkan personel dan peralatan ke lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1705\" data-end=\"1834\">\u201cKami langsung berkoordinasi dengan Basarnas Banten untuk mengirimkan tim ke lokasi kejadian begitu menerima laporan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1836\" data-end=\"2141\">Dalam operasi hari pertama, tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran aliran irigasi menggunakan perahu karet sejauh sekitar dua kilometer dari titik kejadian. SRU kedua melakukan pemantauan dari udara dengan memanfaatkan drone thermal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2143\" data-end=\"2303\">\u201cHingga pencarian hari pertama dihentikan sementara pada Minggu sore, korban masih belum ditemukan dan operasi akan dilanjutkan kembali esok hari,\u201d kata Ajat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2305\" data-end=\"2498\">Operasi pencarian ini melibatkan BPBD Kabupaten Serang, Basarnas Banten, pemadam kebakaran Pos Tanara dan Jawilan, unsur TNI dan Polri, aparatur kecamatan dan desa, serta masyarakat setempat. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2305\" data-end=\"2498\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANTEN &#8211; Tim search and rescue (SAR) gabungan melakukan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang setelah terseret arus deras di aliran irigasi persawahan Desa Gembor, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Peristiwa tersebut terjadi di tengah kondisi banjir yang melanda wilayah setempat. Korban diketahui bernama Muizah (32), warga Kampung Pule, Desa Gembor. Kepala BPBD &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":162193,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7994,17,35],"tags":[],"class_list":["post-162192","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-banten","category-headlines","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162192","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=162192"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162192\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":162194,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162192\/revisions\/162194"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/162193"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=162192"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=162192"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=162192"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}