{"id":162207,"date":"2026-01-26T10:15:44","date_gmt":"2026-01-26T02:15:44","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=162207"},"modified":"2026-01-26T10:15:44","modified_gmt":"2026-01-26T02:15:44","slug":"ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/","title":{"rendered":"Ombudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"327\" data-end=\"663\"><strong>BANJARMASIN<\/strong> &#8211; Kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin yang menonaktifkan puluhan ribu kepesertaan BPJS Kesehatan memantik kritik keras. Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan menilai langkah tersebut berpotensi melemahkan perlindungan hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan dan dinilai tidak sejalan dengan arah kebijakan nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"665\" data-end=\"949\">Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 67 ribu warga Kota Banjarmasin yang sebelumnya terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dengan pembiayaan pemerintah daerah kini dinonaktifkan. Kebijakan efisiensi anggaran itu langsung menuai sorotan dari lembaga pengawas pelayanan publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"951\" data-end=\"1144\">Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kalsel, Hadi Rahman, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kewajiban negara yang tidak boleh dikompromikan, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"951\" data-end=\"1144\">Menurut Hadi, pencoretan massal kepesertaan BPJS menunjukkan kebijakan yang kurang berpihak pada kelompok rentan, khususnya warga miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada jaminan kesehatan negara, Minggu (25\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1396\" data-end=\"1611\">Ia menilai alasan keterbatasan anggaran akibat penurunan dana transfer daerah tidak dapat dijadikan pembenaran, terlebih ketika pemerintah pusat justru menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas pembangunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1396\" data-end=\"1611\">Hadi menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadikan penguatan layanan kesehatan, termasuk perluasan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sebagai agenda strategis yang semestinya dijalankan searah oleh pemerintah daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1867\" data-end=\"2102\">Ombudsman juga mengingatkan bahwa dampak kebijakan tersebut langsung dirasakan masyarakat, karena warga yang sebelumnya ditanggung pemerintah kini dipaksa beralih menjadi peserta mandiri agar tetap bisa mengakses layanan kesehatan. \u201cBeban ekonomi masyarakat otomatis bertambah. Ketika negara seharusnya hadir meringankan, kebijakan ini justru memindahkan tanggung jawab ke warga,\u201d tutur Hadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2268\" data-end=\"2547\">Lebih jauh, Ombudsman menilai kebijakan tersebut berpotensi bertentangan dengan Program Strategis Nasional (PSN) dan regulasi terkait, mulai dari Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 hingga Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang optimalisasi pelaksanaan JKN. Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran tetap harus dilakukan secara selektif dan tidak boleh menyasar urusan pemerintahan wajib yang menyentuh pelayanan dasar dan perlindungan sosial masyarakat miskin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2754\" data-end=\"2923\">Sebagai solusi, Ombudsman meminta Pemko Banjarmasin melakukan verifikasi dan pemadanan ulang data penerima bantuan, alih-alih mencoret kepesertaan secara menyeluruh. Hadi menilai sangat mungkin masih banyak dari 67 ribu warga tersebut yang memenuhi syarat sebagai penerima PBI JKN dan berhak mendapat jaminan kesehatan dari negara. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2927\" data-end=\"3096\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARMASIN &#8211; Kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin yang menonaktifkan puluhan ribu kepesertaan BPJS Kesehatan memantik kritik keras. Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan menilai langkah tersebut berpotensi melemahkan perlindungan hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan dan dinilai tidak sejalan dengan arah kebijakan nasional. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 67 ribu warga Kota Banjarmasin yang sebelumnya terdaftar sebagai &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":162208,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,17,2276],"tags":[],"class_list":["post-162207","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"BANJARMASIN - Kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin yang menonaktifkan puluhan ribu kepesertaan BPJS Kesehatan memantik kritik keras. Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan menilai langkah tersebut berpotensi melemahkan perlindungan hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan dan dinilai tidak sejalan dengan arah kebijakan nasional. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 67 ribu warga Kota Banjarmasin yang sebelumnya terdaftar sebagai\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Agnes Wiguna\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Ombudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"BANJARMASIN - Kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin yang menonaktifkan puluhan ribu kepesertaan BPJS Kesehatan memantik kritik keras. Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan menilai langkah tersebut berpotensi melemahkan perlindungan hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan dan dinilai tidak sejalan dengan arah kebijakan nasional. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 67 ribu warga Kota Banjarmasin yang sebelumnya terdaftar sebagai\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-26T02:15:44+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-26T02:15:44+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Ombudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"BANJARMASIN - Kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin yang menonaktifkan puluhan ribu kepesertaan BPJS Kesehatan memantik kritik keras. Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan menilai langkah tersebut berpotensi melemahkan perlindungan hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan dan dinilai tidak sejalan dengan arah kebijakan nasional. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 67 ribu warga Kota Banjarmasin yang sebelumnya terdaftar sebagai\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\\\/#blogposting\",\"name\":\"Ombudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin - Berita Borneo\",\"headline\":\"Ombudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/Ombudsman-Kritik-Coret-Massal-BPJS-di-Banjarmasin-e1769393476508.jpg\",\"width\":966,\"height\":877,\"caption\":\"Gambar Ilustrasi\"},\"datePublished\":\"2026-01-26T10:15:44+08:00\",\"dateModified\":\"2026-01-26T10:15:44+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Banjarmasin, Headlines, Kalimantan Selatan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Selatan\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Selatan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\\\/#listItem\",\"name\":\"Banjarmasin\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Banjarmasin\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\\\/#listItem\",\"name\":\"Ombudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Selatan\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Ombudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\\\/#listItem\",\"name\":\"Banjarmasin\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/\",\"name\":\"Agnes Wiguna\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3145f891ddd896b0b192051b7b5e94d88b14a857027f805d8f2b811445705e2e?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Agnes Wiguna\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\\\/\",\"name\":\"Ombudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin - Berita Borneo\",\"description\":\"BANJARMASIN - Kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin yang menonaktifkan puluhan ribu kepesertaan BPJS Kesehatan memantik kritik keras. Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan menilai langkah tersebut berpotensi melemahkan perlindungan hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan dan dinilai tidak sejalan dengan arah kebijakan nasional. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 67 ribu warga Kota Banjarmasin yang sebelumnya terdaftar sebagai\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/Ombudsman-Kritik-Coret-Massal-BPJS-di-Banjarmasin-e1769393476508.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\\\/#mainImage\",\"width\":966,\"height\":877,\"caption\":\"Gambar Ilustrasi\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2026-01-26T10:15:44+08:00\",\"dateModified\":\"2026-01-26T10:15:44+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Ombudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin - Berita Borneo","description":"BANJARMASIN - Kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin yang menonaktifkan puluhan ribu kepesertaan BPJS Kesehatan memantik kritik keras. Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan menilai langkah tersebut berpotensi melemahkan perlindungan hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan dan dinilai tidak sejalan dengan arah kebijakan nasional. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 67 ribu warga Kota Banjarmasin yang sebelumnya terdaftar sebagai","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/#blogposting","name":"Ombudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin - Berita Borneo","headline":"Ombudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Ombudsman-Kritik-Coret-Massal-BPJS-di-Banjarmasin-e1769393476508.jpg","width":966,"height":877,"caption":"Gambar Ilustrasi"},"datePublished":"2026-01-26T10:15:44+08:00","dateModified":"2026-01-26T10:15:44+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/#webpage"},"articleSection":"Banjarmasin, Headlines, Kalimantan Selatan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/#listItem","name":"Kalimantan Selatan"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Selatan","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/#listItem","name":"Banjarmasin"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/#listItem","position":3,"name":"Banjarmasin","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/#listItem","name":"Ombudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/#listItem","name":"Kalimantan Selatan"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/#listItem","position":4,"name":"Ombudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/#listItem","name":"Banjarmasin"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/","name":"Agnes Wiguna","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3145f891ddd896b0b192051b7b5e94d88b14a857027f805d8f2b811445705e2e?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Agnes Wiguna"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/","name":"Ombudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin - Berita Borneo","description":"BANJARMASIN - Kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin yang menonaktifkan puluhan ribu kepesertaan BPJS Kesehatan memantik kritik keras. Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan menilai langkah tersebut berpotensi melemahkan perlindungan hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan dan dinilai tidak sejalan dengan arah kebijakan nasional. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 67 ribu warga Kota Banjarmasin yang sebelumnya terdaftar sebagai","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Ombudsman-Kritik-Coret-Massal-BPJS-di-Banjarmasin-e1769393476508.jpg","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/#mainImage","width":966,"height":877,"caption":"Gambar Ilustrasi"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/#mainImage"},"datePublished":"2026-01-26T10:15:44+08:00","dateModified":"2026-01-26T10:15:44+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Ombudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin - Berita Borneo","og:description":"BANJARMASIN - Kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin yang menonaktifkan puluhan ribu kepesertaan BPJS Kesehatan memantik kritik keras. Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan menilai langkah tersebut berpotensi melemahkan perlindungan hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan dan dinilai tidak sejalan dengan arah kebijakan nasional. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 67 ribu warga Kota Banjarmasin yang sebelumnya terdaftar sebagai","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2026-01-26T02:15:44+00:00","article:modified_time":"2026-01-26T02:15:44+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Ombudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin - Berita Borneo","twitter:description":"BANJARMASIN - Kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin yang menonaktifkan puluhan ribu kepesertaan BPJS Kesehatan memantik kritik keras. Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan menilai langkah tersebut berpotensi melemahkan perlindungan hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan dan dinilai tidak sejalan dengan arah kebijakan nasional. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 67 ribu warga Kota Banjarmasin yang sebelumnya terdaftar sebagai","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"162207","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"","score":0,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":{"faqs":[],"keyPoints":[],"titles":[],"descriptions":[],"socialPosts":{"email":[],"linkedin":[],"twitter":[],"facebook":[],"instagram":[]}},"created":"2026-01-26 02:15:54","updated":"2026-01-26 02:15:54","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/\" title=\"Kalimantan Selatan\">Kalimantan Selatan<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/\" title=\"Banjarmasin\">Banjarmasin<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tOmbudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Kalimantan Selatan","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/"},{"label":"Banjarmasin","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/"},{"label":"Ombudsman Kritik Coret Massal BPJS di Banjarmasin","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombudsman-kritik-coret-massal-bpjs-di-banjarmasin\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162207","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=162207"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162207\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":162211,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162207\/revisions\/162211"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/162208"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=162207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=162207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=162207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}