{"id":162366,"date":"2026-01-27T09:36:33","date_gmt":"2026-01-27T01:36:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=162366"},"modified":"2026-01-27T09:36:33","modified_gmt":"2026-01-27T01:36:33","slug":"cek-ponsel-berujung-parang-istri-dibacok-suami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/cek-ponsel-berujung-parang-istri-dibacok-suami\/","title":{"rendered":"Cek Ponsel Berujung Parang, Istri Dibacok Suami"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"295\" data-end=\"601\"><strong>JAWA TIMUR<\/strong> &#8211; Aksi kekerasan dalam rumah tangga terjadi di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Seorang pria berinisial WS (41) ditangkap aparat kepolisian setelah membacok istrinya, NK (41), di rumah mereka. Peristiwa itu dipicu rasa cemburu pelaku usai menemukan panggilan telepon dari pria lain di ponsel korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"603\" data-end=\"781\">Insiden tersebut terjadi pada Minggu (25\/01\/2026) di Dusun Bengkaras, Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Pelaku kini telah diamankan dan menjalani proses hukum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"783\" data-end=\"1017\">Pejabat Sementara Kasi Humas Polres Batu, Iptu M Huda Rohman, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat pelaku memeriksa telepon genggam milik istrinya. Emosi pelaku memuncak setelah melihat riwayat panggilan dari seorang laki-laki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1019\" data-end=\"1191\">\u201cPelaku kemudian terbawa emosi, masuk ke dapur, mengambil sebilah parang, lalu menyerang korban secara membabi buta,\u201d ujar Huda kepada wartawan, Selasa (27\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1193\" data-end=\"1398\">Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius.<br data-start=\"1257\" data-end=\"1260\" \/>\u201cKorban mengalami lima luka akibat sabetan senjata tajam, mengenai lengan kanan, lengan kiri, serta bagian pelipis kanan,\u201d jelas Huda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1400\" data-end=\"1573\">Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera melapor ke perangkat desa dan pihak kepolisian. Petugas yang datang ke lokasi langsung mengamankan pelaku tanpa perlawanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1575\" data-end=\"1850\">Dalam penanganan kasus ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti dari tempat kejadian perkara.<br data-start=\"1675\" data-end=\"1678\" \/>\u201cBarang bukti yang kami amankan antara lain satu bilah parang, pakaian pelaku dengan bercak darah, pakaian korban yang berlumuran darah, serta buku nikah,\u201d tambah Huda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1852\" data-end=\"2011\">Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Polres Batu. Pelaku terancam dijerat pasal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman pidana berat. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1852\" data-end=\"2011\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA TIMUR &#8211; Aksi kekerasan dalam rumah tangga terjadi di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Seorang pria berinisial WS (41) ditangkap aparat kepolisian setelah membacok istrinya, NK (41), di rumah mereka. Peristiwa itu dipicu rasa cemburu pelaku usai menemukan panggilan telepon dari pria lain di ponsel korban. Insiden tersebut terjadi pada Minggu (25\/01\/2026) di Dusun Bengkaras, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":162367,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,9290,35],"tags":[],"class_list":["post-162366","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-jawa-timur","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162366","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=162366"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162366\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":162368,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162366\/revisions\/162368"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/162367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=162366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=162366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=162366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}