{"id":162481,"date":"2026-01-27T16:00:59","date_gmt":"2026-01-27T08:00:59","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=162481"},"modified":"2026-01-27T16:00:59","modified_gmt":"2026-01-27T08:00:59","slug":"senjata-rakitan-meletus-di-crusher-satu-warga-tewas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/senjata-rakitan-meletus-di-crusher-satu-warga-tewas\/","title":{"rendered":"Senjata Rakitan Meletus di Crusher, Satu Warga Tewas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"286\" data-end=\"617\"><strong>BARITO UTARA<\/strong> \u2013 Malam berdarah terjadi di lokasi penggilingan batu (crusher) PT Sukma Surya 234, Kelurahan Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Senin (26\/01\/2026) malam. Seorang warga berinisial R (39) tewas di tempat setelah ditembak oleh A, penjaga lokasi yang membawa senjata rakitan saat ronda malam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"619\" data-end=\"764\">Kasat Reskrim Polres Barito Utara, AKP Ricky Hermawan, menjelaskan pihak kepolisian masih mendalami motif dan kronologi insiden tragis ini. \u201cBerdasarkan keterangan awal, pelaku merasa kesal karena sering kehilangan barang di lokasi, termasuk solar. Saat melihat korban bersama satu orang lainnya di area crusher, pelaku langsung menembakkan senjata rakitan ke arah korban tanpa memberikan peringatan,\u201d ungkap Ricky, Selasa (27\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1067\" data-end=\"1301\">Korban langsung roboh di tempat, sedangkan satu orang yang menemaninya berhasil melarikan diri. Mendapat laporan, personel Polres Barito Utara segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan pelaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1067\" data-end=\"1301\">\u201cPelaku kini diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif. Kami masih menyelidiki kronologi lengkap, motif penembakan, serta kepemilikan senjata rakitan yang digunakan. Jenazah korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk proses autopsi,\u201d tambah Ricky.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1574\" data-end=\"1854\">Warga sekitar menceritakan bahwa suasana malam itu sempat mencekam. Beberapa orang yang berada dekat lokasi mendengar suara tembakan dan melihat korban roboh di halaman crusher. \u201cKami semua kaget, langsung berlari menjauh,\u201d kata salah satu saksi, yang enggan disebutkan namanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1856\" data-end=\"2117\">Polisi juga sedang menelusuri apakah insiden tersebut hanya karena dugaan pencurian atau ada faktor lain yang memicu penembakan. Pengelola PT Sukma Surya menyatakan pihaknya akan kooperatif dengan aparat hukum dan memastikan keamanan lokasi penggilingan batu. \u201cKami berharap masyarakat tetap tenang dan mempercayakan kasus ini pada proses hukum yang berlaku,\u201d jelas Ricky.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2237\" data-end=\"2551\">Hingga kini, pihak kepolisian mengimbau warga untuk tidak mendekat ke lokasi dan menyerahkan penyelidikan sepenuhnya kepada aparat. Insiden ini menambah catatan panjang kasus kriminal di Barito Utara yang melibatkan senjata rakitan, sekaligus menjadi peringatan agar pengawasan di area industri lebih diperketat. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2237\" data-end=\"2551\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BARITO UTARA \u2013 Malam berdarah terjadi di lokasi penggilingan batu (crusher) PT Sukma Surya 234, Kelurahan Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Senin (26\/01\/2026) malam. Seorang warga berinisial R (39) tewas di tempat setelah ditembak oleh A, penjaga lokasi yang membawa senjata rakitan saat ronda malam. Kasat Reskrim Polres Barito Utara, AKP Ricky Hermawan, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":162483,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2258,19,2259],"tags":[],"class_list":["post-162481","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-barito-utara-provinsi-kalimantan-tengah","category-hotnews","category-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162481","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=162481"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162481\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":162484,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162481\/revisions\/162484"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/162483"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=162481"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=162481"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=162481"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}