{"id":162874,"date":"2026-01-29T12:50:30","date_gmt":"2026-01-29T04:50:30","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=162874"},"modified":"2026-01-29T12:50:30","modified_gmt":"2026-01-29T04:50:30","slug":"sungai-tujung-berubah-hitam-warga-nunukan-resah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sungai-tujung-berubah-hitam-warga-nunukan-resah\/","title":{"rendered":"Sungai Tujung Berubah Hitam, Warga Nunukan Resah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"262\" data-end=\"563\"><strong>NUNUKAN<\/strong>\u00a0\u2013 Sungai Tujung di Desa Tujung, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, diduga tercemar limbah dan memicu keresahan warga. Dugaan pencemaran ini mencuat setelah kondisi air sungai berubah warna dan menimbulkan gangguan kesehatan warga sejak pekan ketiga Januari 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"565\" data-end=\"798\">Perubahan kualitas air tersebut pertama kali dikeluhkan warga pada Senin (26\/01\/2026), ketika air Sungai Tujung yang biasa digunakan untuk mandi, memasak, dan konsumsi mendadak berubah menjadi hitam pekat dengan semburat kebiruan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"800\" data-end=\"1003\">Kepala Desa Tujung, Matias Bapila, mengatakan pencemaran tersebut berdampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Keluhan warga disampaikan langsung kepadanya dalam beberapa hari terakhir. \u201cSejak awal pekan ini warga sudah mengeluh. Air sungai berubah warna dan menimbulkan rasa gatal di kulit jika dipakai mandi,\u201d ujar Matias saat dikonfirmasi, Rabu (28\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1187\" data-end=\"1417\">Matias menjelaskan, hasil peninjauan lapangan yang dilakukan bersama tokoh adat pada Selasa (27\/01\/2026) menemukan indikasi kuat kerusakan ekosistem. Sejumlah ikan dan labi-labi ditemukan mati mengapung di aliran Sungai Tujung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1419\" data-end=\"1594\">Tak hanya berdampak pada lingkungan, sebagian warga sempat mengonsumsi air sungai sebelum mengetahui adanya pencemaran. Akibatnya, beberapa warga mengalami gangguan kesehatan. \u201cAda warga yang mengalami sakit perut setelah mengonsumsi air sungai. Setelah ditelusuri, air tersebut diduga sudah tercemar dan berbahaya,\u201d kata Matias.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1753\" data-end=\"2019\">Menurut Matias, perwakilan perusahaan yang diduga menjadi sumber limbah sempat mendatangi Desa Tujung pada Selasa (27\/01\/2026) dan bertemu dengan tokoh masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan mengakui adanya gangguan pada sistem penampungan limbah. \u201cMereka mengakui kolam penampungan limbah bermasalah hingga meluap dan mengalir ke sungai. Walaupun disebut sudah ditutup, limbah terlanjur masuk ke Sungai Tujung,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2200\" data-end=\"2390\">Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa bersama warga mengamankan barang bukti pencemaran sejak Rabu (28\/01\/2026) berupa sampel air sungai dan dokumentasi visual kerusakan lingkungan. \u201cKami amankan sekitar lima liter sampel air dan mendokumentasikan ikan-ikan yang mati untuk bahan laporan,\u201d tegas Matias.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2517\" data-end=\"2719\">Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan, Freddyanto Gromiko, mengatakan hingga Rabu (28\/01\/2026) pihaknya belum menerima laporan resmi dari warga Desa Tujung. \u201cSampai hari ini belum ada pengaduan masuk. Padahal laporan resmi menjadi dasar kami untuk turun ke lapangan melakukan verifikasi,\u201d jelas Freddyanto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2874\" data-end=\"3019\">Ia menegaskan DLH Kabupaten Nunukan membuka kanal pengaduan bagi masyarakat dan siap menindaklanjuti setiap laporan dugaan pencemaran lingkungan. \u201cBegitu laporan masuk secara resmi, kami akan segera menurunkan tim ke lapangan,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3023\" data-end=\"3116\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN\u00a0\u2013 Sungai Tujung di Desa Tujung, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, diduga tercemar limbah dan memicu keresahan warga. Dugaan pencemaran ini mencuat setelah kondisi air sungai berubah warna dan menimbulkan gangguan kesehatan warga sejak pekan ketiga Januari 2026. Perubahan kualitas air tersebut pertama kali dikeluhkan warga pada Senin (26\/01\/2026), ketika air Sungai Tujung yang biasa digunakan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":162875,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,27,2248],"tags":[],"class_list":["post-162874","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162874","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=162874"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162874\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":162876,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162874\/revisions\/162876"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/162875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=162874"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=162874"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=162874"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}