{"id":162935,"date":"2026-01-29T18:25:30","date_gmt":"2026-01-29T10:25:30","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=162935"},"modified":"2026-02-02T15:53:22","modified_gmt":"2026-02-02T07:53:22","slug":"tps-janju-jadi-andalan-paser-menuju-zero-waste","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tps-janju-jadi-andalan-paser-menuju-zero-waste\/","title":{"rendered":"TPS Janju Jadi Andalan Paser Menuju Zero Waste"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"388\" data-end=\"743\"><strong data-start=\"388\" data-end=\"414\">PASER<\/strong> \u2013 Pemerintah Kabupaten Paser menjadikan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Terpadu Janju di Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot, sebagai salah satu andalan dalam mewujudkan target <em data-start=\"590\" data-end=\"614\">Zero Waste to Landfill<\/em>. Hal ini terlihat saat kunjungan lapangan pimpinan daerah beserta jajaran perangkat daerah ke TPS tersebut, Kamis (29\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"745\" data-end=\"991\">Kunjungan dipimpin unsur pimpinan daerah Kabupaten Paser, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser, Achmad Safari, jajaran teknis DLH, serta aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang melakukan pengamanan kegiatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"993\" data-end=\"1245\">Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau seluruh rangkaian operasional TPS, mulai dari area penerimaan sampah, mesin pemilah dan pencacah, pengolahan <em data-start=\"1147\" data-end=\"1168\">Refuse Derived Fuel<\/em> (RDF), gudang material daur ulang, hingga area pengomposan sampah organik.<\/p>\n<figure id=\"attachment_162967\" aria-describedby=\"caption-attachment-162967\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-162967 size-medium\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/TPS-Janju-Jadi-Andalan-Paser-Menuju-Zero-Waste-e1769682255138-300x255.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"255\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/TPS-Janju-Jadi-Andalan-Paser-Menuju-Zero-Waste-e1769682255138-300x255.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/TPS-Janju-Jadi-Andalan-Paser-Menuju-Zero-Waste-e1769682255138-768x653.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/TPS-Janju-Jadi-Andalan-Paser-Menuju-Zero-Waste-e1769682255138.jpg 850w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-162967\" class=\"wp-caption-text\">Kepala DLH Kabupaten Paser, Achmad Safari<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1247\" data-end=\"1417\">Kepala DLH Kabupaten Paser, Achmad Safari, menjelaskan, TPS Terpadu Janju berperan penting dalam mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). \u201cSampah rumah tangga dan sumber lainnya diolah terlebih dahulu di TPS sehingga memiliki nilai guna. Dari proses ini dihasilkan dua produk utama, yaitu RDF dan kompos,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1601\" data-end=\"1903\">RDF yang berasal dari sampah non-organik tertentu direncanakan dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil, khususnya untuk industri semen. Sementara itu, sampah organik diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan langsung atau dipasarkan sebagai substitusi pupuk kimia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1905\" data-end=\"2012\">Achmad Safari menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah sejak dari rumah. \u201cKunjungan ini sekaligus sarana sosialisasi agar petugas dan masyarakat semakin disiplin memilah sampah, khususnya material keras yang dapat merusak mesin pengolah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2195\" data-end=\"2494\">Selain itu, DLH Kabupaten Paser mendorong penguatan koordinasi antar petugas TPS, aparat desa, dan masyarakat agar proses pengolahan sampah berjalan optimal. Menurut Achmad Safari, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah memiliki peran strategis dalam pencapaian target <em data-start=\"2467\" data-end=\"2491\">Zero Waste to Landfill<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2195\" data-end=\"2494\">\u201cOptimalisasi TPS ini tidak hanya soal mesin atau teknologi, tapi juga disiplin masyarakat dalam memilah sampah dari rumah. Jika masyarakat aktif, pengolahan akan lebih efisien dan hasilnya pun lebih maksimal,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2723\" data-end=\"3090\">Pemerintah Kabupaten Paser berharap TPS Terpadu Janju dapat menjadi solusi konkret dalam pengelolaan sampah, mengurangi beban TPA, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendukung program ramah lingkungan. Ke depan, DLH Kabupaten Paser juga berencana mengembangkan program edukasi di sekolah dan komunitas untuk menanamkan budaya pilah sampah sejak dini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3092\" data-end=\"3317\">Dengan langkah ini, Paser menegaskan komitmennya menjadi kabupaten yang ramah lingkungan, sekaligus menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan, produktif, dan berdampak positif bagi perekonomian lokal. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3092\" data-end=\"3317\">Penulis: Darwanti | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PASER \u2013 Pemerintah Kabupaten Paser menjadikan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Terpadu Janju di Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot, sebagai salah satu andalan dalam mewujudkan target Zero Waste to Landfill. Hal ini terlihat saat kunjungan lapangan pimpinan daerah beserta jajaran perangkat daerah ke TPS tersebut, Kamis (29\/01\/2026). Kunjungan dipimpin unsur pimpinan daerah Kabupaten Paser, didampingi Kepala &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":162938,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[14432],"tags":[14371],"class_list":["post-162935","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-pemkab-paser","tag-dlh-paser"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162935","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=162935"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162935\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":162968,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162935\/revisions\/162968"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/162938"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=162935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=162935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=162935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}