{"id":162976,"date":"2026-01-29T18:46:02","date_gmt":"2026-01-29T10:46:02","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=162976"},"modified":"2026-01-29T18:46:02","modified_gmt":"2026-01-29T10:46:02","slug":"jalan-berlubang-memakan-korban-di-sangatta-utara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jalan-berlubang-memakan-korban-di-sangatta-utara\/","title":{"rendered":"Jalan Berlubang Memakan Korban di Sangatta Utara"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"334\" data-end=\"625\"><strong>KUTAI TIMUR<\/strong> \u2013 Tragedi memilukan terjadi di Jalan Yos Sudarso IV Road 9, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Rabu (28\/01\/2026) malam. Seorang pengendara sepeda motor tewas seketika setelah menabrak bus karyawan perusahaan tambang batu bara akibat kondisi jalan yang rusak dan berlubang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"627\" data-end=\"836\">Korban, pemotor Yamaha Mio 125 berinisial A (25), meninggal dunia di lokasi kejadian sekitar pukul 20.15 Wita, persis di depan Kantor PMI Sangatta Utara, setelah benturan keras dengan bus operasional PT KPC.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"838\" data-end=\"1078\">Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menjelaskan, polisi segera mendatangi lokasi begitu menerima laporan melalui Call Center 110. \u201cPersonel kami langsung memberikan penanganan awal dan mengevakuasi korban,\u201d kata Fauzan, Kamis (29\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1080\" data-end=\"1345\">Menurut informasi, kecelakaan melibatkan satu unit bus Mercedes Benz putih bernomor polisi L-7646-UA yang dikemudikan Abdul Asis. Bus melaju dari arah Bengalon dengan kecepatan sedang. Sepeda motor korban datang dari sisi kiri bus dengan kecepatan relatif tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1347\" data-end=\"1673\">Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, korban diduga kehilangan kendali saat berupaya menghindari lubang besar di badan jalan. Sepeda motor oleng, korban jatuh, dan masuk ke jalur bus hingga terlindas kendaraan besar tersebut. \u201cKorban mengalami luka parah di dada dan leher, dan meninggal di tempat,\u201d ujar Kapolres.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1675\" data-end=\"1904\">Fauzan menambahkan, kondisi jalan di titik kejadian memang sempit dan rusak, sehingga rawan kecelakaan, terutama pada malam hari. \u201cArus lalu lintas yang padat dan jarak pandang terbatas memperparah risiko kecelakaan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1906\" data-end=\"2102\">Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD Kudungga Sangatta. Sementara itu, bus perusahaan dilaporkan tidak mengalami kerusakan, sedangkan sepeda motor korban mengalami lecet di bodi depan kanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2104\" data-end=\"2384\">Polres Kutai Timur menurunkan personel Pamapta Regu III, Piket Laka Lantas, dan Satuan Samapta untuk mengamankan lokasi serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan pascakejadian. Polisi juga mengumpulkan keterangan saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2386\" data-end=\"2644\">Kapolres mengimbau masyarakat untuk selalu menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan kondisi jalan, khususnya di jalur rawan pada malam hari. \u201cKeselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan menyepelekan jalan rusak, karena bisa berakibat fatal,\u201d tegasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2386\" data-end=\"2644\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI TIMUR \u2013 Tragedi memilukan terjadi di Jalan Yos Sudarso IV Road 9, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Rabu (28\/01\/2026) malam. Seorang pengendara sepeda motor tewas seketika setelah menabrak bus karyawan perusahaan tambang batu bara akibat kondisi jalan yang rusak dan berlubang. Korban, pemotor Yamaha Mio 125 berinisial A (25), meninggal dunia di lokasi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":162977,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,480],"tags":[],"class_list":["post-162976","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=162976"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162976\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":162978,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162976\/revisions\/162978"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/162977"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=162976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=162976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=162976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}