{"id":163128,"date":"2026-01-30T17:45:05","date_gmt":"2026-01-30T09:45:05","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=163128"},"modified":"2026-01-30T17:45:05","modified_gmt":"2026-01-30T09:45:05","slug":"buruh-tewas-terjepit-ekskavator-di-pelabuhan-semayang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/buruh-tewas-terjepit-ekskavator-di-pelabuhan-semayang\/","title":{"rendered":"Buruh Tewas Terjepit Ekskavator di Pelabuhan Semayang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"302\" data-end=\"580\"><strong>BALIKPAPAN<\/strong> \u2014 Malam mencekam menyelimuti kawasan Pelabuhan Semayang setelah kecelakaan kerja merenggut nyawa seorang buruh bongkar muat. Korban tewas terjepit alat berat saat proses pemuatan ekskavator ke atas Kapal Motor (KM) Madani Nusantara, Rabu (28\/01\/2026) malam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"582\" data-end=\"803\">Insiden tragis itu terjadi sekitar pukul 21.55 WITA, ketika aktivitas pemuatan kendaraan dan barang masih berlangsung. Di tengah proses tersebut, sebuah ekskavator diduga bergerak tidak stabil saat dinaikkan ke kapal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"805\" data-end=\"1020\">Korban yang berada di area terbatas tak sempat menghindar. Pergerakan alat berat maju-mundur membuat tubuhnya terhimpit di antara badan ekskavator dan struktur kapal, hingga mengalami luka berat yang berujung fatal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1022\" data-end=\"1164\">Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Kumontoy membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan korban meninggal dunia di lokasi kejadian. \u201cKorban berada di posisi yang sangat berisiko saat proses pemuatan. Ketika alat berat bergerak, korban terjepit dan mengalami cedera fatal,\u201d kata Jerrold saat dikonfirmasi, Kamis (29\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1365\" data-end=\"1605\">Usai menerima laporan, petugas Polsek Kawasan Pelabuhan Semayang segera melakukan pengamanan lokasi dan menghentikan sementara aktivitas bongkar muat. Penanganan selanjutnya diambil alih oleh Satuan Reserse Kriminal Polresta Balikpapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1607\" data-end=\"1818\">Polisi kini mendalami kemungkinan adanya kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan kerja. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk operator ekskavator, kru kapal, serta perwakilan manajemen kapal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1607\" data-end=\"1818\">\u201cKami sudah memeriksa lima saksi untuk mengurai secara utuh kronologi kejadian, sekaligus menelusuri apakah standar keselamatan kerja telah dijalankan sesuai aturan,\u201d jelas Jerrold.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2009\" data-end=\"2204\">Selain mengamankan barang bukti terkait aktivitas bongkar muat, penyidik juga masih berkoordinasi dengan pihak keluarga korban untuk memastikan identitas serta proses lanjutan penanganan jenazah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2206\" data-end=\"2477\">Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko kerja di kawasan pelabuhan, terutama saat pengoperasian alat berat di ruang terbatas. Kepolisian menegaskan pentingnya disiplin terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) agar kejadian serupa tidak terulang. \u201cSatu kelalaian kecil bisa berujung hilangnya nyawa. Ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak di lingkungan pelabuhan,\u201d pungkas Jerrold. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2481\" data-end=\"2634\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALIKPAPAN \u2014 Malam mencekam menyelimuti kawasan Pelabuhan Semayang setelah kecelakaan kerja merenggut nyawa seorang buruh bongkar muat. Korban tewas terjepit alat berat saat proses pemuatan ekskavator ke atas Kapal Motor (KM) Madani Nusantara, Rabu (28\/01\/2026) malam. Insiden tragis itu terjadi sekitar pukul 21.55 WITA, ketika aktivitas pemuatan kendaraan dan barang masih berlangsung. Di tengah proses &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":163129,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,17,26],"tags":[],"class_list":["post-163128","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163128","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=163128"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163128\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":163130,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163128\/revisions\/163130"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/163129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=163128"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=163128"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=163128"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}