{"id":163248,"date":"2026-01-31T11:04:53","date_gmt":"2026-01-31T03:04:53","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=163248"},"modified":"2026-01-31T11:04:53","modified_gmt":"2026-01-31T03:04:53","slug":"cctv-bongkar-aksi-kades-sintang-curi-motor-di-penginapan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/cctv-bongkar-aksi-kades-sintang-curi-motor-di-penginapan\/","title":{"rendered":"CCTV Bongkar Aksi Kades Sintang Curi Motor di Penginapan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong> SINTANG<\/strong> \u2013 Seorang kepala desa aktif di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, harus berurusan dengan hukum setelah terbukti mencuri sepeda motor milik warga. Kasus ini mencuat ke publik pada Jumat, 30 Januari 2026, dan langsung menyita perhatian masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa pencurian tersebut bermula pada Minggu malam, 25 Januari 2026, ketika korban bernama Leju (19) menginap di penginapan terapung Lanting Sepadan, Jalan Pattimura, Kelurahan Tanjung Puri. Korban memarkir sepeda motornya di area parkir penginapan sebelum beristirahat. \u201cMotor itu diparkir di lokasi penginapan sebelum korban masuk dan tertidur,\u201d ujar Kasat Polairud Polres Sintang Iptu Sutarji, Jumat (30\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keesokan harinya, Senin, 26 Januari 2026 sekitar pukul 08.00 WIB, korban mendapati kendaraannya telah raib. Setelah itu, pengelola penginapan bersama korban memeriksa rekaman kamera pengawas. \u201cDari hasil rekaman CCTV terlihat seorang pria membawa sepeda motor keluar dari area penginapan,\u201d kata Sutarji.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan laporan tersebut, petugas Polairud melakukan penyelidikan sejak 26 Januari 2026. Identitas pelaku akhirnya terungkap dan diketahui merupakan seorang kepala desa berinisial SO yang masih aktif menjabat di Kecamatan Ketungau Hulu. \u201cPelaku sudah kami amankan dan saat ini ditahan di Polres Sintang untuk proses hukum lebih lanjut,\u201d tegas Sutarji.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaku ditangkap pada Kamis, 29 Januari 2026, di sebuah warung di kawasan Desa Baning Kota tanpa perlawanan. Sepeda motor hasil curian ditemukan tersimpan di rumah pelaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pemeriksaan, SO mengakui perbuatannya dilakukan karena tekanan ekonomi. \u201cYang bersangkutan mengaku nekat melakukan pencurian karena terlilit utang kepada keluarganya,\u201d ungkap Sutarji.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia memastikan tidak ada perlakuan khusus terhadap tersangka meski berstatus pejabat desa. \u201cKami tegaskan, tidak ada yang kebal hukum. Semua diproses sesuai aturan yang berlaku,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara hingga lima tahun. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SINTANG \u2013 Seorang kepala desa aktif di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, harus berurusan dengan hukum setelah terbukti mencuri sepeda motor milik warga. Kasus ini mencuat ke publik pada Jumat, 30 Januari 2026, dan langsung menyita perhatian masyarakat. Peristiwa pencurian tersebut bermula pada Minggu malam, 25 Januari 2026, ketika korban bernama Leju (19) menginap di penginapan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":163249,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,40],"tags":[],"class_list":["post-163248","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sintang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163248","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=163248"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163248\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":163250,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163248\/revisions\/163250"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/163249"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=163248"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=163248"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=163248"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}