{"id":16325,"date":"2017-05-03T15:55:30","date_gmt":"2017-05-03T07:55:30","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=16325"},"modified":"2017-05-03T15:55:30","modified_gmt":"2017-05-03T07:55:30","slug":"dishub-kkr-sebut-perusahaan-indo-buah-langgar-perda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dishub-kkr-sebut-perusahaan-indo-buah-langgar-perda\/","title":{"rendered":"Dishub KKR Sebut Perusahaan \u201cIndo Buah\u201d Langgar Perda"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_16326\" aria-describedby=\"caption-attachment-16326\" style=\"width: 635px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/foto-indobuah.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-16326\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/foto-indobuah-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"635\" height=\"476\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-16326\" class=\"wp-caption-text\">Kantor perusahaan angkutan barang (buah-buahan) &#8220;Indo Buah&#8221; yang berlokasi di kawasan Jalan Dewi Sartika Pontianak, dituding melanggar Perda No. 18\/2010 tentang Retribusi Terminal oleh Dishub UPT Terminal Soedarso Kubu Raya. (Foto : Yuni Hairunita)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PONTIANAK-Salah seorang staf Dinas Perhubungan (Dishub) UPT Terminal Soedarso Kubu Raya, Muhardi, menuding perusahaan yang bergerak di bidang angkutan buah-buahan yakni Indo Buah yang berkantor di kawasan Jalan Dewi Sartika Pontianak sering melakukan kegiatan bongkar muat barang berupa buah-buahan di dalam areal terminal Soedarso secara illegal.<\/p>\n<p>Padahal menurut Muhardi, perusahaan Indo Buah dapat dikategorikan melanggar Peraturan Daerah (Perda) No.18 tahun 2010 tentang retribusi terminal, yakni perusahaan tersebut tanpa minta ijin, tanpa membayar retribusi kepada Pemkab Kubu Raya, tapi melakukan bongkar barang di areal terminal Soedarso.<\/p>\n<p>\u201cPerusahaan itu pimpinannya Ibu Acu, karyawannya sering bongkar muat di areal terminal Soedarso Jalan Adisucipto, tapi tanpa ijin kepada petugas UPT Terminal Soedarso,\u2019\u2019kata Muhardi, Rabu (3\/5) kepada\u00a0beritaborneo.com.<\/p>\n<p>Sementara itu, Bagian Administrasi perusahaan \u201cIndo Buah\u201d, Santi, mengakui memang benar hanya sekali saja membongkar barang di areal terminal Soedarso, karena ketidaktahuan prosedur.<\/p>\n<p>\u201cIya pak memang benar kami membongkar barang buah-buahan di terminal Soedarso, tapi hanya sekali saja karena memang kami tidak tahu, sekarang tidak lagi membongkar di sana,\u2019\u2019ujar Santi Rabu (3\/5) ketika ditemui wartawan beritaborneo.com di kanrornya kawasan Jalan Dewi Sartika Pontianak.<\/p>\n<p>Ketika wartawan beritaborneo menanyakan legalitas perusahaan, Santi menjawab bahwa ini perusahaan perorangan Ibu Acu, bukan berbentuk lembaga.<\/p>\n<p>\u201cIni perusahaan perorangan pak, jadi biasanya disebut perusahaan Bu Acu,\u2019\u2019ujar Santi seakan-akan menjawab dengan nada bimbang.<\/p>\n<p>Namun Santi langsung mengklarifikasi, bahwa perusahaan ini mempunyai legalitas, Akte pendirian, SIUP dan bukan perusahaan perorangan.<\/p>\n<p>\u201cTapi kami ada ijinnya pak, nama perusahaan kami Indo Buah itu aja,\u2019\u2019ujarnya singkat(Rachmat Effendi\/Yuni Hairunita)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK-Salah seorang staf Dinas Perhubungan (Dishub) UPT Terminal Soedarso Kubu Raya, Muhardi, menuding perusahaan yang bergerak di bidang angkutan buah-buahan yakni Indo Buah yang berkantor di kawasan Jalan Dewi Sartika Pontianak sering melakukan kegiatan bongkar muat barang berupa buah-buahan di dalam areal terminal Soedarso secara illegal. Padahal menurut Muhardi, perusahaan Indo Buah dapat dikategorikan melanggar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16326,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6,7,17,19,2273,36],"tags":[5172,5173,5174,890,5175],"class_list":["post-16325","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-lain","category-breaking-news","category-headlines","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-bongkar-muat-buah-buahan","tag-dishub-kubu-raya","tag-indo-buah","tag-perda","tag-upt-terminal-soedarso"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16325","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16325"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16325\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16325"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16325"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16325"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}