{"id":163288,"date":"2026-01-31T14:05:01","date_gmt":"2026-01-31T06:05:01","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=163288"},"modified":"2026-01-31T14:05:01","modified_gmt":"2026-01-31T06:05:01","slug":"ancaman-ular-piton-mengintai-kandang-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ancaman-ular-piton-mengintai-kandang-warga\/","title":{"rendered":"Ancaman Ular Piton Mengintai Kandang Warga"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"298\" data-end=\"574\"><strong>PALANGKA RAYA<\/strong> \u2013 Ancaman satwa liar kembali menghantui kawasan permukiman Kota Palangka Raya. Seekor ular piton berukuran besar kembali ditemukan menyusup ke kandang ayam milik warga di Jalan Kariraman I, lokasi yang sebelumnya juga pernah menjadi sasaran reptil serupa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"576\" data-end=\"829\">Kejadian itu terungkap saat pemilik kandang hendak memberi pakan ternak pada Jumat (30\/01\/2026) pagi. Alih-alih menemukan ayam, warga justru mendapati seekor piton besar melingkar di dalam kandang, dengan beberapa ayam petelur dilaporkan telah dimangsa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"831\" data-end=\"1018\">Ukuran ular tersebut terbilang mengkhawatirkan. Panjang tubuhnya diperkirakan mencapai empat meter dengan diameter cukup tebal, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan warga sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1020\" data-end=\"1165\">Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palangka Raya langsung diterjunkan ke lokasi.<\/p>\n<p data-start=\"1169\" data-end=\"1383\">\u201cBegitu laporan masuk, personel kami langsung bergerak. Ini merupakan kejadian kedua di tempat yang sama, dan ukuran ularnya lebih besar dari sebelumnya,\u201d ujar Sucipto, Analis Kebakaran DKPP Kota Palangka Raya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1385\" data-end=\"1594\">Menurutnya, lingkungan sekitar kandang ayam masih tergolong alami dan menjadi faktor utama kemunculan ular piton. Area tersebut dikelilingi semak, pepohonan tinggi, serta lahan lembap yang kerap tergenang air.<\/p>\n<p data-start=\"1598\" data-end=\"1724\">\u201cHabitat seperti itu sangat ideal bagi ular piton. Ditambah adanya ternak ayam, secara alami akan menarik predator,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1726\" data-end=\"1931\">Petugas Damkar tiba di lokasi hanya beberapa menit setelah laporan diterima. Proses evakuasi dilakukan dengan peralatan khusus dan membutuhkan kehati-hatian ekstra karena ular sempat memberikan perlawanan.<\/p>\n<p data-start=\"1935\" data-end=\"2114\">\u201cProses pengamanan memakan waktu sekitar 45 menit. Namun berkat koordinasi tim dan prosedur yang tepat, ular berhasil dievakuasi tanpa melukai warga maupun petugas,\u201d kata Sucipto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2116\" data-end=\"2264\">Setelah berhasil dikuasai, ular piton dimasukkan ke dalam karung khusus dan selanjutnya dilepasliarkan ke habitat yang jauh dari kawasan permukiman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2266\" data-end=\"2425\">Damkar Palangka Raya mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal berdekatan dengan semak, rawa, atau lahan terbuka. \u201cJika menemukan satwa liar berbahaya, jangan bertindak sendiri. Segera laporkan ke petugas agar penanganannya aman dan terkontrol,\u201d pungkasnya. []\n<p data-start=\"2266\" data-end=\"2425\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALANGKA RAYA \u2013 Ancaman satwa liar kembali menghantui kawasan permukiman Kota Palangka Raya. Seekor ular piton berukuran besar kembali ditemukan menyusup ke kandang ayam milik warga di Jalan Kariraman I, lokasi yang sebelumnya juga pernah menjadi sasaran reptil serupa. Kejadian itu terungkap saat pemilik kandang hendak memberi pakan ternak pada Jumat (30\/01\/2026) pagi. Alih-alih menemukan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":163289,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2264],"tags":[],"class_list":["post-163288","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163288","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=163288"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163288\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":163290,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163288\/revisions\/163290"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/163289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=163288"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=163288"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=163288"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}