{"id":163295,"date":"2026-01-31T14:20:26","date_gmt":"2026-01-31T06:20:26","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=163295"},"modified":"2026-01-31T14:20:26","modified_gmt":"2026-01-31T06:20:26","slug":"tambang-disorot-wabup-bartim-ingatkan-soal-dampak-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tambang-disorot-wabup-bartim-ingatkan-soal-dampak-lingkungan\/","title":{"rendered":"Tambang Disorot, Wabup Bartim Ingatkan Soal Dampak Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"285\" data-end=\"544\"><strong>BARITO TIMUR<\/strong> &#8211; Dugaan pencemaran sungai akibat aktivitas pertambangan PT Bartim Coalindo memicu kekhawatiran warga di sejumlah wilayah Barito Timur. Perubahan kondisi air yang mulai dikeluhkan masyarakat mendorong pemerintah daerah melakukan pengecekan langsung ke lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"546\" data-end=\"735\">Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, turun ke area operasional perusahaan tersebut pada Jumat (30\/01\/2026) untuk memastikan kondisi lingkungan tidak membahayakan masyarakat sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"737\" data-end=\"855\">Saat berada di lokasi, Adi menyatakan bahwa indikasi pencemaran sungai tidak boleh dipandang sebagai persoalan sepele. \u201cKondisi sungai ini tidak bisa dianggap biasa. Kalau sudah berdampak ke masyarakat, pemerintah wajib hadir dan bertindak,\u201d ujar Adi Mula Nakalelu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1011\" data-end=\"1212\">Ia menegaskan, kehadiran pemerintah di lokasi tambang bukan untuk menghambat investasi, melainkan memastikan seluruh aktivitas usaha berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan kerugian lingkungan. \u201cKami tidak anti investasi, tetapi aturan harus ditegakkan. Jangan sampai masyarakat yang justru menanggung akibatnya,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1350\" data-end=\"1497\">Adi mengungkapkan, pemerintah memilih turun langsung ke lapangan agar memperoleh gambaran kondisi riil, bukan hanya menerima laporan administratif. \u201cSaya perlu melihat sendiri bagaimana situasinya di lapangan. Pemerintah tidak boleh hanya bekerja di balik meja,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1631\" data-end=\"1856\">Meski tidak seluruh perwakilan manajemen perusahaan dapat ditemui di lokasi, Adi memastikan pemerintah daerah tetap mengedepankan pendekatan persuasif, namun tidak akan ragu mengambil langkah tegas bila ditemukan pelanggaran. \u201cKami datang dengan cara baik, tapi itu bukan berarti ada toleransi terhadap pelanggaran,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1965\" data-end=\"2146\">Ia pun meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barito Timur meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan, khususnya yang berpotensi mencemari lingkungan dan merugikan warga. \u201cDLH harus lebih aktif mengawasi. Jangan menunggu masalah membesar baru bertindak,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2250\" data-end=\"2408\">Pemerintah daerah, lanjut Adi, berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan hidup demi kepentingan masyarakat luas. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2250\" data-end=\"2408\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BARITO TIMUR &#8211; Dugaan pencemaran sungai akibat aktivitas pertambangan PT Bartim Coalindo memicu kekhawatiran warga di sejumlah wilayah Barito Timur. Perubahan kondisi air yang mulai dikeluhkan masyarakat mendorong pemerintah daerah melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, turun ke area operasional perusahaan tersebut pada Jumat (30\/01\/2026) untuk memastikan kondisi lingkungan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":163299,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[4299,17,2259],"tags":[],"class_list":["post-163295","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-barito-timur-provinsi-kalimantan-tengah","category-headlines","category-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163295","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=163295"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163295\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":163300,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163295\/revisions\/163300"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/163299"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=163295"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=163295"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=163295"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}