{"id":163423,"date":"2026-02-01T12:02:59","date_gmt":"2026-02-01T04:02:59","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=163423"},"modified":"2026-02-01T12:02:59","modified_gmt":"2026-02-01T04:02:59","slug":"gempa-kembali-terasa-di-sintang-warga-diminta-waspada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gempa-kembali-terasa-di-sintang-warga-diminta-waspada\/","title":{"rendered":"Gempa Kembali Terasa di Sintang, Warga Diminta Waspada"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SINTANG <\/strong>\u2014 Aktivitas kegempaan kembali dirasakan warga Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Sabtu (31\/01\/2026) siang. Guncangan yang terjadi sekitar pukul 13.50 WIB ini menambah daftar peristiwa seismik yang belakangan cukup sering terjadi di wilayah timur Kalbar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 3,9. Titik gempa berada di daratan, sekitar 87 kilometer arah timur Sekadau, dengan kedalaman 15 kilometer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, menjelaskan gempa yang dirasakan warga Sintang dipicu oleh aktivitas Sesar Adang, struktur patahan aktif yang dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan peningkatan aktivitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKarakteristik gempanya dangkal dan bersumber dari pergerakan sesar lokal,\u201d ujar Rasmid dalam keterangan resmi, Sabtu (31\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Laporan masyarakat menyebutkan getaran terasa cukup jelas di dalam rumah. Sejumlah warga menggambarkan guncangan seperti benda berat melintas di sekitar permukiman, meski berlangsung singkat dan tidak menimbulkan kepanikan berlebihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil pemantauan BMKG hingga sore hari belum menemukan adanya gempa susulan. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat wilayah Sintang dan sekitarnya masih berada dalam zona rawan gempa tektonik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cWarga sebaiknya tidak mudah terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya dan tetap memastikan kondisi bangunan aman sebelum beraktivitas kembali di dalam rumah,\u201d kata Rasmid.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BMKG juga memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa siang tadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rentetan guncangan ini mengingatkan kembali pada peristiwa gempa berkekuatan lebih besar yang terjadi sepekan sebelumnya. Pada Jumat 23 Januari 2026, gempa magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Sekadau dan dirasakan hingga Sintang serta Melawi, menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan ringan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anggota DPRD Kalimantan Barat, Suyanto Tanjung, yang wilayah tempat tinggalnya terdampak gempa pekan lalu, menyebut guncangan kali ini terasa lebih ringan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cGetarannya ada, tapi tidak seperti sebelumnya. Di Kayan Hilir sejauh ini masih aman dan belum ada laporan kerusakan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BMKG menegaskan, rangkaian gempa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, terutama di daerah yang dilintasi sesar aktif. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SINTANG \u2014 Aktivitas kegempaan kembali dirasakan warga Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Sabtu (31\/01\/2026) siang. Guncangan yang terjadi sekitar pukul 13.50 WIB ini menambah daftar peristiwa seismik yang belakangan cukup sering terjadi di wilayah timur Kalbar. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 3,9. Titik gempa berada di daratan, sekitar 87 &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":163424,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,40],"tags":[14481],"class_list":["post-163423","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sintang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-gempa-sintang"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163423","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=163423"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163423\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":163425,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163423\/revisions\/163425"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/163424"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=163423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=163423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=163423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}