{"id":163464,"date":"2026-02-01T15:34:06","date_gmt":"2026-02-01T07:34:06","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=163464"},"modified":"2026-02-01T15:34:06","modified_gmt":"2026-02-01T07:34:06","slug":"lahan-jadi-biang-kerok-sekda-bulungan-minta-opd-lebih-cermat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/lahan-jadi-biang-kerok-sekda-bulungan-minta-opd-lebih-cermat\/","title":{"rendered":"Lahan Jadi Biang Kerok, Sekda Bulungan Minta OPD Lebih Cermat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>BULUNGAN <\/b>\u2013 Pemerintah Kabupaten Bulungan menyoroti persoalan klasik yang kerap menjadi batu sandungan pembangunan daerah: status lahan yang belum tuntas. Sekretaris Daerah Bulungan, H. Risdianto, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak memaksakan pelaksanaan proyek sebelum memastikan lahan benar-benar bebas dari sengketa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, pembangunan yang dilakukan tanpa kepastian legalitas lahan justru berisiko menimbulkan masalah berlapis, mulai dari keterlambatan pekerjaan hingga potensi persoalan hukum di kemudian hari. Ia menilai, persoalan tersebut seharusnya sudah diselesaikan sejak tahap awal perencanaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1058\" data-end=\"1249\">\u201cKalau urusan lahannya belum beres, sebaiknya kegiatan jangan dilanjutkan dulu. Pengalaman menunjukkan, itu hanya akan memicu hambatan di tengah jalan,\u201d ujar Risdianto, Minggu (01\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengungkapkan, masih ada proyek pembangunan di Bulungan yang tidak berjalan optimal karena aspek kesiapan lahan luput dari perhatian sejak awal. Kondisi tersebut berdampak langsung pada progres pekerjaan dan efektivitas penggunaan anggaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1498\" data-end=\"1635\">\u201cMasalah seperti ini bukan hal baru. Saya masih menemukan kegiatan yang terganggu karena perencanaan lahannya tidak matang,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Risdianto menegaskan, kepastian status lahan seharusnya menjadi prasyarat mutlak sebelum proyek masuk tahap pelaksanaan. Ia meminta OPD lebih cermat dan tidak hanya berfokus pada target fisik semata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1840\" data-end=\"1993\">\u201cPerencanaan harus disiapkan secara menyeluruh. Lahan harus aman secara administrasi dan hukum agar pekerjaan bisa berjalan sesuai jadwal,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, ketelitian sejak tahap perencanaan akan membantu pemerintah daerah menghindari risiko sengketa, pemborosan anggaran, serta kritik publik akibat proyek yang terhenti di tengah jalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2196\" data-end=\"2333\">\u201cKalau dari awal sudah rapi, pelaksanaan di lapangan akan lebih efisien dan tidak menyisakan persoalan di kemudian hari,\u201d pungkasnya. []\n<p data-start=\"2196\" data-end=\"2333\">Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BULUNGAN \u2013 Pemerintah Kabupaten Bulungan menyoroti persoalan klasik yang kerap menjadi batu sandungan pembangunan daerah: status lahan yang belum tuntas. Sekretaris Daerah Bulungan, H. Risdianto, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak memaksakan pelaksanaan proyek sebelum memastikan lahan benar-benar bebas dari sengketa. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan tanpa kepastian legalitas lahan justru berisiko menimbulkan masalah berlapis, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":163465,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2291],"tags":[2580,14486],"class_list":["post-163464","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-malinau-provinsi-kalimantan-utara","tag-kabupaten-bulungan","tag-sekda-bulungan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163464","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=163464"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163464\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":163466,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163464\/revisions\/163466"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/163465"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=163464"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=163464"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=163464"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}