{"id":163587,"date":"2026-02-02T15:31:40","date_gmt":"2026-02-02T07:31:40","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=163587"},"modified":"2026-02-02T15:31:40","modified_gmt":"2026-02-02T07:31:40","slug":"tragis-nelayan-hilang-ditemukan-tewas-di-laut-pandeglang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragis-nelayan-hilang-ditemukan-tewas-di-laut-pandeglang\/","title":{"rendered":"Tragis! Nelayan Hilang Ditemukan Tewas di Laut Pandeglang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"309\" data-end=\"623\"><strong>BANTEN<\/strong> \u2013 Warga pesisir Pandeglang dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad pria yang mengapung di perairan Pulau Liwungan, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Senin (02\/02\/2026). Penemuan bermula ketika nelayan yang sedang melaut melihat benda mencurigakan di tengah laut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"625\" data-end=\"776\">Nelayan tersebut semula mengira objek itu adalah sampah laut. Namun setelah didekati, benda itu ternyata tubuh seorang pria dalam kondisi tak bernyawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"778\" data-end=\"906\">Kepala Satuan Polisi Air Polres Pandeglang Iptu Turip membenarkan penemuan tersebut dan menjelaskan kronologi awal kejadian. \u201cNelayan melihat sesuatu mengapung. Setelah didekati, ternyata jasad seorang laki-laki,\u201d ujar Turip saat dikonfirmasi, Senin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1041\" data-end=\"1285\">Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Santika (37), warga Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang. Pihak keluarga memastikan korban telah dilaporkan hilang selama lima hari sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. \u201cKeterangan dari keluarga menyebutkan korban sudah tidak diketahui keberadaannya selama sekitar lima hari,\u201d kata Turip.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1414\" data-end=\"1643\">Menurut keterangan yang dihimpun polisi, sebelum dinyatakan hilang, Santika diketahui pergi melaut untuk mencari ikan di wilayah Perairan Lampung Timur. Diduga kuat korban terjatuh dari perahu saat sedang melaut seorang diri. \u201cKorban diduga jatuh dari perahu ketika sedang mencari ikan di perairan Lampung,\u201d jelas Turip.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1747\" data-end=\"1948\">Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. \u201cPihak keluarga sudah menerima jasad dan menolak dilakukan autopsi,\u201d pungkas Turip. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1952\" data-end=\"2039\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANTEN \u2013 Warga pesisir Pandeglang dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad pria yang mengapung di perairan Pulau Liwungan, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Senin (02\/02\/2026). Penemuan bermula ketika nelayan yang sedang melaut melihat benda mencurigakan di tengah laut. Nelayan tersebut semula mengira objek itu adalah sampah laut. Namun setelah didekati, benda itu ternyata tubuh seorang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":163588,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7994,17,35],"tags":[],"class_list":["post-163587","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-banten","category-headlines","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163587","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=163587"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163587\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":163589,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163587\/revisions\/163589"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/163588"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=163587"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=163587"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=163587"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}