{"id":163621,"date":"2026-02-02T16:54:50","date_gmt":"2026-02-02T08:54:50","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=163621"},"modified":"2026-02-02T16:54:50","modified_gmt":"2026-02-02T08:54:50","slug":"sempat-keluhkan-sesak-napas-pemuda-malinau-meninggal-sendiri-di-kos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sempat-keluhkan-sesak-napas-pemuda-malinau-meninggal-sendiri-di-kos\/","title":{"rendered":"Sempat Keluhkan Sesak Napas, Pemuda Malinau Meninggal Sendiri di Kos"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"332\" data-end=\"571\"><strong>TARAKAN<\/strong> &#8211; Aparat kepolisian Kota Tarakan tengah mendalami kematian seorang pemuda asal Kabupaten Malinau yang ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah kos di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Karang Balik, Kecamatan Tarakan Barat, Minggu (01\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"573\" data-end=\"801\">Korban diketahui bernama Delcy Hary Setiawan (27). Pria yang bekerja sebagai karyawan toko itu ditemukan meninggal di dalam kamar kosnya dalam kondisi tertutup, dengan indikasi medis berupa busa keluar dari hidung dan mulut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"803\" data-end=\"1028\">Petugas Satreskrim Polres Tarakan segera melakukan sterilisasi lokasi setelah menerima laporan dari pemilik kos sekitar pukul 10.30 Wita. Garis polisi dipasang untuk memastikan tidak ada gangguan terhadap proses penyelidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1030\" data-end=\"1171\">Kanit Pidum Satreskrim Polres Tarakan Ipda Eko Susilo menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal tidak mengarah pada dugaan tindak pidana. \u201cDari pengecekan di lokasi dan kondisi tubuh korban, kami tidak menemukan tanda kekerasan fisik. Saat ini kami fokus pada penyebab kematian secara medis,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1340\" data-end=\"1537\">Keterangan saksi menyebutkan, sehari sebelum kejadian korban sempat terlihat dalam kondisi kurang sehat. Ia mengeluhkan sesak napas saat bertemu pemilik kos di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. \u201cKorban sempat disarankan untuk memeriksakan diri, namun memilih kembali beristirahat. Keesokan harinya ditemukan sudah meninggal,\u201d terang Eko.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1686\" data-end=\"1899\">Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani visum luar oleh tim medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi tubuh korban dinilai lemah dan tidak ditemukan luka akibat benda tumpul maupun tajam. \u201cSecara kasatmata, korban mengalami kondisi fisik yang kurang prima. Dugaan awal mengarah pada masalah kesehatan, bukan kekerasan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2046\" data-end=\"2184\">Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari rekan kerja korban dan berkoordinasi dengan keluarga di Malinau untuk proses lanjutan. \u201cKami pastikan seluruh prosedur dilakukan sesuai aturan, termasuk komunikasi dengan keluarga korban,\u201d tutup Eko. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2188\" data-end=\"2300\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TARAKAN &#8211; Aparat kepolisian Kota Tarakan tengah mendalami kematian seorang pemuda asal Kabupaten Malinau yang ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah kos di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Karang Balik, Kecamatan Tarakan Barat, Minggu (01\/02\/2026). Korban diketahui bernama Delcy Hary Setiawan (27). Pria yang bekerja sebagai karyawan toko itu ditemukan meninggal di dalam kamar kosnya dalam &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":163624,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,27,2257],"tags":[],"class_list":["post-163621","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kota-tarakan-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163621","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=163621"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163621\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":163625,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163621\/revisions\/163625"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/163624"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=163621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=163621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=163621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}