{"id":163834,"date":"2026-02-03T14:39:27","date_gmt":"2026-02-03T06:39:27","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=163834"},"modified":"2026-02-03T14:39:27","modified_gmt":"2026-02-03T06:39:27","slug":"pasien-keluhkan-lantai-basah-pemko-sebut-genangan-karena-alam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasien-keluhkan-lantai-basah-pemko-sebut-genangan-karena-alam\/","title":{"rendered":"Pasien Keluhkan Lantai Basah, Pemko Sebut Genangan karena Alam"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"359\" data-end=\"662\"><strong>PALANGKA RAYA<\/strong> \u2013 Hujan deras yang mengguyur Palangka Raya pada Jumat (30\/01\/2026) kemarin meninggalkan jejak tak terduga. Warga setempat dibuat geram saat mendapati Puskesmas Menteng yang baru direnovasi tergenang air, meski fasilitas kesehatan itu baru saja rampung rehabilitasi dan kembali dibuka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"664\" data-end=\"842\">\u201cIni baru dibuka, tapi kok sudah kebanjiran lagi. Mana pasien harus antri, apalagi lansia dan ibu hamil,\u201d ujar Ratna, seorang pasien yang datang ke Puskesmas, Senin (02\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"844\" data-end=\"1069\">Juru Bicara Pemko Palangka Raya, Sahdin Hasan, menegaskan bahwa genangan air bukan karena kesalahan konstruksi puskesmas. Ia menyebut, hujan deras yang berlangsung lama menjadi penyebab utama air menggenang di dalam gedung. \u201cIntensitas hujan sangat tinggi, debit air meningkat, dan drainase tidak mampu menampung semuanya. Ini murni faktor alam, bukan kesalahan bangunan,\u201d jelas Sahdin di lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1247\" data-end=\"1479\">Namun, beberapa faktor lain turut memperparah kondisi. Menurut Sahdin, ukuran pipa pembuangan ke drainase primer terlalu kecil dan adanya tumpukan sampah yang menyumbat saluran di sekitar puskesmas memperlambat aliran air. \u201cKalau pipa lebih besar dan drainase bersih, genangan bisa diminimalkan. Tapi sekarang ada sampah menumpuk, jadi air meluap ke lantai,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1631\" data-end=\"1810\">Warga yang ikut meninjau lokasi, Toni, menambahkan, \u201cKalau hujan setengah jam saja, lantai puskesmas sudah basah. Bayangkan kalau pasien banyak dan ada ibu hamil, pasti bahaya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1812\" data-end=\"2024\">Menanggapi hal ini, Pemko Palangka Raya langsung melakukan langkah darurat. Saluran drainase diperlebar dan dibersihkan dari tumpukan sampah, kemudian dihubungkan ke drainase lebih besar agar aliran air lancar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2026\" data-end=\"2180\">\u201cKami minta masyarakat turut menjaga kebersihan saluran air. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang, terutama saat hujan deras,\u201d tambah Sahdin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2182\" data-end=\"2408\">Warga berharap Pemko tidak hanya membersihkan drainase sesaat, tapi juga memperkuat sistem pembuangan air secara permanen, sehingga Puskesmas Menteng benar-benar aman dari genangan dan bisa melayani pasien dengan nyaman. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2182\" data-end=\"2408\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALANGKA RAYA \u2013 Hujan deras yang mengguyur Palangka Raya pada Jumat (30\/01\/2026) kemarin meninggalkan jejak tak terduga. Warga setempat dibuat geram saat mendapati Puskesmas Menteng yang baru direnovasi tergenang air, meski fasilitas kesehatan itu baru saja rampung rehabilitasi dan kembali dibuka. \u201cIni baru dibuka, tapi kok sudah kebanjiran lagi. Mana pasien harus antri, apalagi lansia &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":163835,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2264],"tags":[],"class_list":["post-163834","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163834","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=163834"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163834\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":163836,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163834\/revisions\/163836"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/163835"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=163834"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=163834"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=163834"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}