{"id":163837,"date":"2026-02-03T14:47:42","date_gmt":"2026-02-03T06:47:42","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=163837"},"modified":"2026-02-03T14:47:42","modified_gmt":"2026-02-03T06:47:42","slug":"pemuda-19-tahun-ciptakan-cerita-begal-warga-geger","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemuda-19-tahun-ciptakan-cerita-begal-warga-geger\/","title":{"rendered":"Pemuda 19 Tahun Ciptakan Cerita Begal, Warga Geger!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"472\" data-end=\"717\"><strong>BARITO TIMUR<\/strong> \u2013 Selasa (03\/02\/2026) menjadi hari pengungkapan sebuah drama yang sempat mengejutkan warga Murutuwu, Kecamatan Paju Epat. Kisah pembegalan yang viral di media sosial ternyata hanyalah rekayasa seorang pemuda, Deden Anograhno (19).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"719\" data-end=\"1010\">Kisah heboh ini awalnya tersebar setelah Deden mengaku dirampok di kebun karet Desa Serapat, Selasa (27\/01\/2026). Ia melaporkan uang gajinya dirampas dan mengklaim sempat dipaksa meminum racun. Foto dan video Deden yang terikat di pohon membuat warga geger, hingga berita ini menjadi viral.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1012\" data-end=\"1307\">Namun, Kapolsek Dusun Timur IPDA Sulkhan Sururi memastikan seluruh cerita hanyalah skenario buatan Deden sendiri. \u201cSetelah pemeriksaan, kami pastikan tidak ada begal atau korban lain. Semua cerita dibuat sendiri untuk menutupi masalah pribadi,\u201d jelasnya kepada wartawan pada Selasa (03\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1309\" data-end=\"1615\">Penyelidikan polisi mengungkap motif Deden: tekanan utang bank yang membuatnya nekat menciptakan kisah dramatis. Bahkan botol pestisida yang diklaim digunakan oleh pelaku ternyata dipersiapkan sendiri. \u201cTidak ada kekerasan pihak lain. Pemeriksaan medis menunjukkan Deden tidak keracunan,\u201d tambah Sulkhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1617\" data-end=\"1886\">Cerita ini menjadi pelajaran penting bagi warga Barito Timur. Polisi mengimbau masyarakat tidak mudah terpancing informasi viral tanpa konfirmasi. \u201cSituasi keamanan saat ini aman dan kondusif. Jangan panik dan selalu cek fakta sebelum percaya berita,\u201d tegas Kapolsek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1888\" data-end=\"2117\">Dengan pengungkapan ini, warga akhirnya lega, sekaligus menertawakan heboh hoaks yang sempat membuat mereka cemas. Kasus ini juga menjadi contoh nyata bagaimana berita palsu bisa menyebar dengan cepat dan menimbulkan kepanikan. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1888\" data-end=\"2117\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BARITO TIMUR \u2013 Selasa (03\/02\/2026) menjadi hari pengungkapan sebuah drama yang sempat mengejutkan warga Murutuwu, Kecamatan Paju Epat. Kisah pembegalan yang viral di media sosial ternyata hanyalah rekayasa seorang pemuda, Deden Anograhno (19). Kisah heboh ini awalnya tersebar setelah Deden mengaku dirampok di kebun karet Desa Serapat, Selasa (27\/01\/2026). Ia melaporkan uang gajinya dirampas dan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":163838,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[4299,19,2259],"tags":[],"class_list":["post-163837","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-barito-timur-provinsi-kalimantan-tengah","category-hotnews","category-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163837","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=163837"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163837\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":163839,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163837\/revisions\/163839"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/163838"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=163837"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=163837"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=163837"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}