{"id":163864,"date":"2026-02-03T16:20:07","date_gmt":"2026-02-03T08:20:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=163864"},"modified":"2026-02-03T16:20:07","modified_gmt":"2026-02-03T08:20:07","slug":"jembatan-dermaga-baru-berau-bukti-strategi-pariwisata-ampuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jembatan-dermaga-baru-berau-bukti-strategi-pariwisata-ampuh\/","title":{"rendered":"Jembatan &#038; Dermaga Baru Berau, Bukti Strategi Pariwisata Ampuh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"287\" data-end=\"616\"><strong>BERAU<\/strong> \u2013 Pemerintah Kabupaten Berau terus mengebut pembangunan infrastruktur di pesisir untuk mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan, pembangunan ini bukan sekadar jalan dan jembatan, tapi juga membuka peluang usaha kuliner, perhotelan, dan bisnis kreatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"618\" data-end=\"871\">\u201cPembangunan jalan dan jembatan di pesisir selatan kami percepat agar akses masyarakat lebih lancar dan ekonomi lokal tumbuh pesat. Infrastruktur ini juga kami harapkan bisa mendukung sektor pariwisata,\u201d kata Sri Juniarsih di Berau, Selasa (02\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"873\" data-end=\"1451\">Ia menjelaskan, beberapa proyek yang telah rampung antara lain Jembatan Kelomang, Jembatan Sei Bataan, dan Dermaga Teluk Sulaiman, semua berada di Kecamatan Biduk-Biduk. \u201cJembatan Kelomang kami bangun dengan konstruksi baja girder custom tipe C, panjang 40 meter, lebar 4 meter, menggunakan anggaran Rp14,8 miliar. Jembatan Sei Bataan lebih besar, 55 meter panjangnya dan 7 meter lebar, konstruksi baja truss tipe B dengan biaya Rp23,1 miliar. Dermaga Teluk Sulaiman dibangun bertahap 2020\u20132025, total Rp54,3 miliar, untuk distribusi logistik dan dukung pariwisata,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1453\" data-end=\"1745\">Selain mempermudah transportasi, Sri Juniarsih menyoroti dampak positif terhadap pariwisata. \u201cDestinasi wisata di pesisir, seperti Pulau Derawan, Pulau Maratua, Telaga Biru Nek Lenggo, dan Labuan Cermin, kini lebih mudah diakses. Kami ingin wisatawan merasa nyaman datang ke sini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1747\" data-end=\"2001\">Data kunjungan wisatawan membuktikan strategi ini efektif. \u201cTahun 2023 ada 422.592 wisatawan datang ke Berau, naik menjadi 464.163 di 2024. Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 saja tercatat 36.096 kunjungan, mayoritas wisatawan domestik,\u201d kata Bupati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2003\" data-end=\"2285\">Pemerintah daerah juga mendapat pengakuan atas upaya ini. \u201cPada HUT Provinsi Kaltim ke-69, 9 Januari 2026, Berau meraih penghargaan Arindama Terbaik bidang pembangunan pariwisata. Ini bukti kerja keras kita di bidang infrastruktur dan pariwisata membuahkan hasil nyata,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2287\" data-end=\"2544\">Ia menambahkan, \u201cInvestasi infrastruktur bukan hanya soal bangunan, tapi membuka peluang usaha, meningkatkan kunjungan wisatawan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Kami akan terus dorong pembangunan yang berdampak luas dan berkelanjutan.\u201d []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2287\" data-end=\"2544\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERAU \u2013 Pemerintah Kabupaten Berau terus mengebut pembangunan infrastruktur di pesisir untuk mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan, pembangunan ini bukan sekadar jalan dan jembatan, tapi juga membuka peluang usaha kuliner, perhotelan, dan bisnis kreatif. \u201cPembangunan jalan dan jembatan di pesisir selatan kami percepat agar akses masyarakat lebih lancar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":163865,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,19,26],"tags":[],"class_list":["post-163864","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163864","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=163864"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163864\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":163866,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163864\/revisions\/163866"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/163865"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=163864"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=163864"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=163864"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}