{"id":164266,"date":"2026-02-05T16:52:23","date_gmt":"2026-02-05T08:52:23","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=164266"},"modified":"2026-02-05T16:57:27","modified_gmt":"2026-02-05T08:57:27","slug":"tak-mau-air-mati-lagi-perumda-pasang-pompa-cadangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tak-mau-air-mati-lagi-perumda-pasang-pompa-cadangan\/","title":{"rendered":"Tak Mau Air Mati Lagi, Perumda Pasang Pompa Cadangan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"355\" data-end=\"682\"><strong>TARAKAN<\/strong> &#8211; Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Alam Kota Tarakan melakukan pembaruan fasilitas utama di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kampung Satu dengan mengganti pompa lama yang dinilai sudah tidak layak pakai. Langkah ini ditempuh untuk menjaga keberlangsungan suplai air bersih kepada masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"684\" data-end=\"991\">Direktur Perumda Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa pompa sebelumnya berada dalam kondisi aus dan berisiko mengganggu distribusi. \u201cPompa lama sebenarnya sudah rusak, tetapi tetap kami operasikan. Suaranya tidak normal dan itu berbahaya bagi kelangsungan penyaluran air,\u201d ujarnya, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kota Tarakan, Rabu (04\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"993\" data-end=\"1346\">Sebagai pengganti, perusahaan memasang sistem pompa baru dengan kapasitas lebih besar sekaligus menyediakan unit cadangan. \u201cDulu hanya satu pompa berkapasitas 250 liter per detik. Sekarang kami pasang dua unit masing-masing 300 liter per detik. Jika satu unit bermasalah, unit lain bisa langsung digunakan tanpa menghentikan aliran air,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1348\" data-end=\"1603\">Penguatan infrastruktur ini juga menjadi bagian dari pengoperasian kembali IPA Kampung Satu yang sebelumnya menjalani perbaikan. Selain di lokasi tersebut, Perumda turut menyiapkan pompa cadangan di instalasi lain guna mengurangi potensi gangguan layanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1605\" data-end=\"1899\">Iwan menegaskan bahwa kerusakan pompa tidak lagi menjadi alasan terhentinya distribusi air. \u201cGangguan distribusi seharusnya tidak terjadi lagi karena faktor mesin. Kendala hanya mungkin muncul jika listrik padam, pipa mengalami kebocoran, atau debit air berkurang saat kemarau,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1901\" data-end=\"2152\">Pemasangan pompa baru ditargetkan rampung sebelum Ramadan agar kebutuhan air masyarakat selama bulan puasa tetap terpenuhi. Di samping itu, Perumda juga memperkuat sistem cadangan listrik dengan menambah generator di sejumlah instalasi pengolahan air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2154\" data-end=\"2381\">\u201cKami sudah memasang genset 1,2 megawatt di IPA Kampung Satu, kemudian 600 kVA di IPA Kampung Bugis, dan unit lain di IPA Juata. Tinggal IPA Persemaian yang belum, dan kami harapkan bisa dianggarkan tahun depan,\u201d kata Iwan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2383\" data-end=\"2562\">Dengan pembaruan peralatan tersebut, Perumda Tirta Alam menargetkan layanan air bersih di Tarakan menjadi lebih andal serta mampu mengantisipasi gangguan teknis di masa mendatang. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2383\" data-end=\"2562\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TARAKAN &#8211; Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Alam Kota Tarakan melakukan pembaruan fasilitas utama di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kampung Satu dengan mengganti pompa lama yang dinilai sudah tidak layak pakai. Langkah ini ditempuh untuk menjaga keberlangsungan suplai air bersih kepada masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan. Direktur Perumda Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":164267,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,27,2257],"tags":[],"class_list":["post-164266","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kota-tarakan-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164266","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=164266"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164266\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":164272,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164266\/revisions\/164272"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/164267"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=164266"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=164266"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=164266"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}