{"id":164340,"date":"2026-02-06T09:15:54","date_gmt":"2026-02-06T01:15:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=164340"},"modified":"2026-02-06T09:15:54","modified_gmt":"2026-02-06T01:15:54","slug":"mengerikan-ledakan-tambang-batu-bara-ilegal-india-tewaskan-18-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/mengerikan-ledakan-tambang-batu-bara-ilegal-india-tewaskan-18-orang\/","title":{"rendered":"Mengerikan! Ledakan Tambang Batu Bara Ilegal India Tewaskan 18 Orang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"203\" data-end=\"422\"><strong>NEW DELHI<\/strong> \u2013 Sebuah ledakan hebat menghancurkan tambang batu bara ilegal di negara bagian Meghalaya, India timur laut, menewaskan sedikitnya 18 orang. Sejumlah penambang lainnya dilaporkan luka-luka akibat bencana ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"424\" data-end=\"556\">\u201cTim penyelamat menemukan 18 jenazah di lokasi ledakan,\u201d ungkap pihak kepolisian setempat, seperti dilansir AFP, Jumat (06\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"558\" data-end=\"825\">Manish Kumar, pejabat distrik East Jaintia Hills, menyebut delapan orang lainnya luka-luka dan tengah dirawat. Tim penyelamat terus menggali puing-puing untuk memastikan tidak ada penambang lain yang terjebak, namun operasi sempat dihentikan saat matahari terbenam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"827\" data-end=\"1033\">Menurut Kumar, tambang tersebut merupakan \u201clubang tikus ilegal.\u201d Pihak berwenang menunggu kedatangan personel dari badan manajemen bencana negara bagian dan federal untuk melanjutkan pencarian Jumat pagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1035\" data-end=\"1394\">Tambang lubang tikus adalah lubang vertikal yang digali di lereng bukit, bercabang menjadi terowongan sempit untuk menambang batu bara dan mineral lain. Praktik berbahaya ini telah dilarang oleh pengadilan lingkungan federal pada 2014 karena mengancam sumber air dan nyawa masyarakat. Namun, aktivitas ilegal ini tetap marak, terutama di East Jaintia Hills.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1396\" data-end=\"1627\">Kepala polisi distrik Vikash Kumar menambahkan, ledakan kemungkinan disebabkan oleh dinamit, namun penyelidikan forensik masih dilakukan. \u201cSetelah ledakan, terjadi kebakaran hebat. Gas beracun pun menumpuk di lokasi,\u201d kata Kumar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1629\" data-end=\"1798\">Menteri Utama Meghalaya, Conrad K. Sangma, menyatakan telah memerintahkan \u201cpenyelidikan menyeluruh\u201d atas insiden tragis ini dan menekankan akan ada pertanggungjawaban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1800\" data-end=\"2013\">Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan rasa duka cita. \u201cSaya sedih atas tragedi ini. Belasungkawa saya untuk keluarga korban. Semoga yang terluka segera pulih,\u201d tulis Modi dalam akun media sosialnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2015\" data-end=\"2135\">Pemerintah akan memberikan kompensasi sebesar 200.000 rupee (sekitar 2.216 dolar AS) kepada keluarga korban meninggal. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2015\" data-end=\"2135\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NEW DELHI \u2013 Sebuah ledakan hebat menghancurkan tambang batu bara ilegal di negara bagian Meghalaya, India timur laut, menewaskan sedikitnya 18 orang. Sejumlah penambang lainnya dilaporkan luka-luka akibat bencana ini. \u201cTim penyelamat menemukan 18 jenazah di lokasi ledakan,\u201d ungkap pihak kepolisian setempat, seperti dilansir AFP, Jumat (06\/02\/2026). Manish Kumar, pejabat distrik East Jaintia Hills, menyebut &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":164341,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[],"class_list":["post-164340","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=164340"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164340\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":164342,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164340\/revisions\/164342"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/164341"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=164340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=164340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=164340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}