{"id":164401,"date":"2026-02-06T14:52:57","date_gmt":"2026-02-06T06:52:57","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=164401"},"modified":"2026-02-06T14:52:57","modified_gmt":"2026-02-06T06:52:57","slug":"hujan-dan-angin-kencang-porak-porandakan-permukiman-sampit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hujan-dan-angin-kencang-porak-porandakan-permukiman-sampit\/","title":{"rendered":"Hujan dan Angin Kencang Porak-porandakan Permukiman Sampit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"233\" data-end=\"602\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong> \u2013 Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai hembusan angin kuat yang melanda Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (04\/02\/2026) sore, memicu kerusakan serius di kawasan permukiman. Selain menyebabkan sejumlah pohon tumbang, angin ribut juga merobohkan dua rumah warga di Jalan Madiun Ngawi RT 40\/RW 14, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"604\" data-end=\"914\">Bangunan semi permanen berukuran sekitar 12 x 7 meter itu ambruk setelah diterpa angin yang datang mendadak. Berdasarkan catatan alat pemantau milik BBMKG Haji Asan Sampit, kecepatan angin saat kejadian mencapai 20 knot dengan karakter hembusan kuat (gusty) yang berkaitan dengan pertumbuhan awan Cumulonimbus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"916\" data-end=\"1148\">Dua rumah tersebut dihuni oleh dua kepala keluarga, yakni Zainal bersama istri dan anak balitanya, serta Hamid yang tinggal bersama istrinya yang tengah mengandung. Saat cuaca memburuk, sebagian penghuni masih berada di dalam rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1150\" data-end=\"1480\">Istri Zainal dan anaknya berhasil menyelamatkan diri setelah merasakan bangunan bergetar. Tidak lama kemudian, rumah yang telah ditempati sejak 2017 itu roboh hingga rata dengan tanah. \u201cMereka keluar karena merasa rumah seperti bergoyang. Beberapa saat setelah itu bangunannya langsung ambruk,\u201d ungkap seorang warga sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1482\" data-end=\"1777\">Zainal sendiri tidak berada di lokasi saat kejadian karena sedang bekerja di kawasan Kilometer 35. Ia baru mengetahui musibah tersebut setelah menerima kabar dari keluarga. \u201cSaya dapat informasi dari rumah bahwa bangunan sudah roboh. Syukurnya keluarga sempat keluar lebih dulu,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1779\" data-end=\"2012\">Kerusakan yang ditimbulkan cukup parah. Seluruh bagian rumah hancur, sejumlah perabot dan peralatan kerja rusak, bahkan sebuah sepeda motor tertimpa reruntuhan material kayu. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2014\" data-end=\"2260\">Untuk sementara waktu, kedua keluarga terdampak mengungsi ke rumah kerabat. Akses menuju lokasi juga sempat menyulitkan kendaraan roda empat sehingga proses pendataan dan penanganan awal dilakukan menggunakan kendaraan roda dua secara bergantian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2262\" data-end=\"2656\">Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, bersama Dinas Sosial meninjau langsung lokasi kejadian pada Kamis (05\/02\/2026) sore. Pemerintah daerah, kata dia, membuka kemungkinan bantuan pembangunan kembali rumah korban dengan tetap mengacu pada ketentuan administrasi. \u201cProgram perbaikan rumah bisa diberikan apabila persyaratan kependudukan dan status kepemilikan tanah terpenuhi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2658\" data-end=\"2898\">Meski demikian, bantuan darurat tetap disalurkan kepada para korban berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan dasar. \u201cPemerintah daerah berupaya hadir membantu, namun pelaksanaannya harus tetap mengikuti aturan yang berlaku,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2900\" data-end=\"3178\">Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat cuaca buruk yang sama juga mengakibatkan pohon tumbang di beberapa titik Kota Sampit serta kerusakan ringan pada bangunan lain. Seluruh kejadian telah ditangani petugas dan kondisi wilayah dinyatakan aman. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2900\" data-end=\"3178\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN TIMUR \u2013 Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai hembusan angin kuat yang melanda Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (04\/02\/2026) sore, memicu kerusakan serius di kawasan permukiman. Selain menyebabkan sejumlah pohon tumbang, angin ribut juga merobohkan dua rumah warga di Jalan Madiun Ngawi RT 40\/RW 14, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Bangunan semi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":164402,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2259,2266],"tags":[],"class_list":["post-164401","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164401","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=164401"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164401\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":164403,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164401\/revisions\/164403"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/164402"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=164401"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=164401"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=164401"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}