{"id":164410,"date":"2026-02-06T15:20:07","date_gmt":"2026-02-06T07:20:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=164410"},"modified":"2026-02-06T15:20:07","modified_gmt":"2026-02-06T07:20:07","slug":"tak-merespons-saat-dipanggil-perantau-ditemukan-meninggal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tak-merespons-saat-dipanggil-perantau-ditemukan-meninggal\/","title":{"rendered":"Tak Merespons Saat Dipanggil, Perantau Ditemukan Meninggal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"275\" data-end=\"513\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong> \u2013 Suasana di kawasan Jalan MT Haryono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, mendadak gempar setelah seorang penghuni mess ditemukan meninggal dunia di dalam kamar, Kamis (05\/02\/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"515\" data-end=\"772\">Korban diketahui bernama Djau Khun (47), perantau asal Pemangkat, Desa Lonam, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah beberapa penghuni mess merasa curiga karena yang bersangkutan tidak merespons saat dipanggil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"774\" data-end=\"935\">Kecurigaan tersebut mendorong penghuni dan pengelola mess untuk memeriksa kamar korban. Saat pintu dibuka, Djau Khun sudah terbaring tanpa tanda-tanda kehidupan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"937\" data-end=\"1304\">Dari temuan awal di lokasi, tidak terlihat adanya tanda kekerasan. Petugas justru menemukan sejumlah obat di dalam kamar yang diduga berkaitan dengan kondisi kesehatan korban. \u201cKorban telah dievakuasi ke rumah sakit. Dugaan sementara meninggal karena penyakit yang dideritanya,\u201d ujar seorang relawan kemanusiaan yang terlibat dalam penanganan, Jumat (06\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1306\" data-end=\"1599\">Proses evakuasi dilakukan bersama tim Inafis Polres Kotim yang sekaligus melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara untuk memastikan tidak ada unsur tindak pidana. Area kamar korban sempat dipasangi garis polisi, sementara barang pribadi diamankan sebagai bagian dari prosedur penyelidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1601\" data-end=\"1842\">Pihak keluarga di Kalimantan Barat telah dihubungi guna penyampaian kabar duka sekaligus koordinasi penanganan jenazah. \u201cKami sudah berupaya mengontak keluarga agar proses selanjutnya dapat segera ditentukan,\u201d tambah petugas di lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1844\" data-end=\"2027\">Jenazah saat ini berada di rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, sedangkan aparat kepolisian masih menuntaskan proses penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1844\" data-end=\"2027\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN TIMUR \u2013 Suasana di kawasan Jalan MT Haryono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, mendadak gempar setelah seorang penghuni mess ditemukan meninggal dunia di dalam kamar, Kamis (05\/02\/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Korban diketahui bernama Djau Khun (47), perantau asal Pemangkat, Desa Lonam, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":164411,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2259,2266],"tags":[],"class_list":["post-164410","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164410","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=164410"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164410\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":164412,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164410\/revisions\/164412"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/164411"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=164410"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=164410"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=164410"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}