{"id":1646,"date":"2014-06-04T22:29:19","date_gmt":"2014-06-04T14:29:19","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=1646"},"modified":"2022-10-16T11:39:33","modified_gmt":"2022-10-16T03:39:33","slug":"tangani-banjir-siapkan-master-plan-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tangani-banjir-siapkan-master-plan-baru\/","title":{"rendered":"Tangani Banjir, Siapkan Master Plan Baru"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Banjir yang kian meluas di Kota Tepian, membuat pemerintah membuat master plan baru dengan anggaran Rp 6 miliar pada APBD 2014. Pasalnya master plan penanggulangan banjir yang ada saat ini hampir berusia 10 tahun. Jelas tak sesuai lagi dengan kondisi Samarinda saat ini. Menurut kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Samarinda Akhmad Maulana, proyek master plan itu sedang dalam proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bidang Pembangunan Sekretariat Kota (Setkot) Samarinda.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u201cKami harapkan, proses lelang segera selesai dan awal 2015 bisa mulai dikerjakan,\u201d ujar Maulana, kemarin (3\/6). \u201c(Master plan yang lawas) sudah lama sebelum saya menjadi Kepala DBMP Samarinda. Karena tak sesuai, jadi harus diganti,\u201d jelasnya. Master plan anyar itu tetap mengacu pada master plan lama, dengan penambahan beberapa daerah baru.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Nantinya daerah yang belum ditangani tapi sudah tidak lagi tergenang air, akan dihapus dan diganti dengan daerah baru. \u201cContohnya untuk daerah Jalan Juanda yang dulu tergenang, bisa saja dihapus karena sudah tak lagi kebanjiran setelah adanya polder di Jalan AW Sjahranie,\u201d ujarnya. Master plan baru telah dikaji tim ahli dan mendengar masukan dari warga yang kawasannya tergenang air.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u201cHarapannya tetap sama, agar warga Samarinda tak lagi kebanjiran. Kami akan terus berusaha maksimal,\u201d ucapnya. Terpisah, Kabid Pengendalian Banjir DBMP Samarinda Budi Tristiyono mengatakan penanganan banjir di Kota Tepian masih mengandalkan normalisasi drainase. Yakni mengeruk sedimentasi di dasar drainase.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Pengerukan ini merupakan cara tercepat untuk memperlancar aliran air menuju daerah aliran sungai (DAS). \u201cUntuk proyek besar seperti pembebasan lahan drainase pun terus berjalan dengan melakukan koordinasi dengan Pemprov Kaltim. Seperti pembebasan lahan Jalan PM Noor menuju persimpangan Gang Ahim kini beres setelah ditangani Pemprov,\u201d jelasnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Mengenai wilayah yang akan ditambahkan dalam master plan baru, Budi mencontohkan Jalan Ir Sutami, Jalan Banggeris dan Jalan Pasundan. \u201cSaya belum lihat datanya. Yang pasti daerah-daerah yang saat ini rawan terjadi genangan air akan masuk dalam master plan baru,\u201d ujarnya. [] RedFj\/KP<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjir yang kian meluas di Kota Tepian, membuat pemerintah membuat master plan baru dengan anggaran Rp 6 miliar pada APBD 2014. Pasalnya master plan penanggulangan banjir yang ada saat ini hampir berusia 10 tahun. Jelas tak sesuai lagi dengan kondisi Samarinda saat ini. Menurut kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Samarinda Akhmad Maulana, proyek &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1647,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[],"class_list":["post-1646","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1646","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1646"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1646\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22729,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1646\/revisions\/22729"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1646"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1646"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1646"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}