{"id":164670,"date":"2026-02-07T13:05:10","date_gmt":"2026-02-07T05:05:10","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=164670"},"modified":"2026-02-07T13:05:10","modified_gmt":"2026-02-07T05:05:10","slug":"8-000-pohon-ditanam-singkawang-gaspol-hijaukan-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/8-000-pohon-ditanam-singkawang-gaspol-hijaukan-kota\/","title":{"rendered":"8.000 Pohon Ditanam, Singkawang Gaspol Hijaukan Kota"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SINGKAWANG <\/strong>\u2013 Pemerintah Kota Singkawang menggeber langkah nyata penguatan lingkungan hidup dengan menggelar penanaman pohon serentak di seluruh wilayah kota. Aksi penghijauan ini berlangsung di 26 kelurahan dan dipusatkan di pintu masuk Jalan Akses Bandara Singkawang, Sabtu (07\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan tersebut dilakukan secara hybrid, memadukan kehadiran langsung di lokasi utama dengan partisipasi virtual dari kelurahan-kelurahan melalui sambungan daring. Di ruas jalan akses bandara, penanaman dilakukan sepanjang kurang lebih dua kilometer, yang diproyeksikan menjadi koridor hijau baru Kota Singkawang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie memimpin langsung kegiatan bersama Sekretaris Daerah Dwi Yanti dan jajaran organisasi perangkat daerah. Ia menyebut, gerakan tanam pohon kali ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari langkah terukur memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cGerakan ini dilakukan secara serempak di seluruh kelurahan. Total pohon yang ditanam mencapai sekitar delapan ribu batang,\u201d ungkapnya di sela kegiatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan, penanaman di jalan akses bandara masih akan berlanjut. Dari total rencana lima kilometer, baru dua kilometer yang bisa ditanami karena menunggu penyelesaian penimbunan tanah di sejumlah titik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTarget kami jelas, seluruh penanaman di akses bandara harus rampung sebelum pertengahan Februari. Setelah penimbunan selesai, sisa ruas akan langsung ditanami,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyapa lurah dan masyarakat di 26 kelurahan melalui sambungan virtual. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan kelurahan, hingga komunitas lingkungan dan sektor swasta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, penanaman pohon menjadi bagian dari komitmen daerah mendukung gerakan nasional Indonesia Asri, sekaligus respons terhadap meningkatnya ancaman bencana lingkungan di berbagai wilayah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMerawat alam bukan pilihan, tapi keharusan. Lingkungan yang terjaga akan memberi manfaat langsung bagi kehidupan kita,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengajak warga untuk tidak berhenti pada kegiatan tanam semata, tetapi memastikan pohon yang ditanam dirawat secara berkelanjutan. Khusus di kawasan akses bandara, ia meminta koordinasi lintas perangkat daerah agar seluruh pekerjaan tuntas sebelum dimulainya rangkaian kegiatan besar kota, seperti Festival Imlek, Cap Go Meh, dan Ramadan Fair.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Kota Singkawang berharap gerakan penghijauan serentak ini tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat citra kota sebagai destinasi wisata yang hijau, toleran, dan berkelanjutan. []\n<p>Redaksi4<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SINGKAWANG \u2013 Pemerintah Kota Singkawang menggeber langkah nyata penguatan lingkungan hidup dengan menggelar penanaman pohon serentak di seluruh wilayah kota. Aksi penghijauan ini berlangsung di 26 kelurahan dan dipusatkan di pintu masuk Jalan Akses Bandara Singkawang, Sabtu (07\/02\/2026). Kegiatan tersebut dilakukan secara hybrid, memadukan kehadiran langsung di lokasi utama dengan partisipasi virtual dari kelurahan-kelurahan melalui &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":164672,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,39],"tags":[],"class_list":["post-164670","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-singkawang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164670","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=164670"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164670\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":164674,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164670\/revisions\/164674"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/164672"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=164670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=164670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=164670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}