{"id":164721,"date":"2026-02-07T16:30:19","date_gmt":"2026-02-07T08:30:19","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=164721"},"modified":"2026-02-07T16:30:19","modified_gmt":"2026-02-07T08:30:19","slug":"pelantikan-knpi-kobar-bupati-tekankan-ekonomi-dan-kolaborasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pelantikan-knpi-kobar-bupati-tekankan-ekonomi-dan-kolaborasi\/","title":{"rendered":"Pelantikan KNPI Kobar, Bupati Tekankan Ekonomi dan Kolaborasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KOTAWARINGIN BARAT<\/strong>\u00a0\u2013 Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menaruh harapan besar pada peran pemuda sebagai penggerak ekonomi daerah. Harapan itu ditegaskan Bupati Kobar, Nurhidayah, saat menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kotawaringin Barat masa bakti 2026\u20132029, Jumat (06\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Nurhidayah, pemuda tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi harus mampu menjawab tantangan zaman melalui kemandirian ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"775\" data-end=\"931\">\u201cKe depan, kekuatan pemuda ada pada kemampuan mereka membangun ekonomi sendiri. Tanpa itu, sulit bersaing di tengah perubahan yang begitu cepat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menilai Kotawaringin Barat memiliki peluang besar untuk dikembangkan oleh generasi muda, mulai dari sektor pariwisata hingga pertanian dan industri turunan. Potensi tersebut, kata dia, perlu dikelola secara kreatif agar mampu melahirkan wirausaha-wirausaha baru, khususnya di wilayah pedesaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1233\" data-end=\"1414\">\u201cKobar punya wisata alam, ekowisata, hingga sejarah yang kuat. Ditambah sektor pertanian dan hilirisasi industri, ini bisa menjadi sumber lapangan kerja nyata bagi pemuda,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nurhidayah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara KNPI dan pemerintah daerah. Ia mengingatkan agar organisasi kepemudaan tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam merancang program yang berdampak langsung bagi anak muda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1679\" data-end=\"1826\">\u201cPemerintah daerah terbuka untuk berdialog. Kami siap berkolaborasi selama program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan pemuda,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih jauh, Bupati Kobar meminta KNPI berperan sebagai penghubung aspirasi generasi muda dengan kebijakan pemerintah. Ia juga mengingatkan pentingnya sikap kritis yang sehat di tengah derasnya arus informasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2040\" data-end=\"2186\">\u201cPemuda harus cerdas memilah informasi. Kritik itu penting, tapi harus disampaikan secara santun, berbasis data, dan menawarkan solusi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelantikan pengurus baru KNPI Kobar tersebut dinilai menjadi momentum awal untuk mengubah wajah organisasi kepemudaan agar lebih produktif dan berorientasi pada pembangunan daerah. Pemerintah berharap KNPI mampu menjadi motor perubahan demi kemajuan Bumi Marunting Baju Aji, tidak hanya hari ini, tetapi juga di masa mendatang. []\n<p>Redaksi4<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN BARAT\u00a0\u2013 Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menaruh harapan besar pada peran pemuda sebagai penggerak ekonomi daerah. Harapan itu ditegaskan Bupati Kobar, Nurhidayah, saat menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kotawaringin Barat masa bakti 2026\u20132029, Jumat (06\/02\/2026). Menurut Nurhidayah, pemuda tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi harus mampu menjawab tantangan zaman &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":164723,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,9287],"tags":[],"class_list":["post-164721","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-pangkalan-bun"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164721","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=164721"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164721\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":164724,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164721\/revisions\/164724"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/164723"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=164721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=164721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=164721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}