{"id":164869,"date":"2026-02-08T15:51:39","date_gmt":"2026-02-08T07:51:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=164869"},"modified":"2026-02-08T15:51:39","modified_gmt":"2026-02-08T07:51:39","slug":"demi-aspirasi-warga-bupati-nunukan-tembus-sungai-berbahaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/demi-aspirasi-warga-bupati-nunukan-tembus-sungai-berbahaya\/","title":{"rendered":"Demi Aspirasi Warga, Bupati Nunukan Tembus Sungai Berbahaya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"81\" data-end=\"408\"><strong>NUNUKAN<\/strong> \u2014 Akses sulit tidak menghalangi langkah Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE untuk menjangkau masyarakat pedalaman. Pada Sabtu (07\/02\/2026), ia bersama rombongan menempuh perjalanan sungai berarus deras menuju Lumbis Hulu, wilayah hulu yang dikenal terpencil dan menantang secara geografis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"410\" data-end=\"672\">Perjalanan dilakukan dengan menyusuri Sungai Sadalir yang dipenuhi jeram, gelombang kuat, serta batu-batu tersembunyi. Dengan perlengkapan keselamatan lengkap, rombongan harus melewati rute berisiko selama beberapa jam sebelum akhirnya tiba di lokasi tujuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"674\" data-end=\"948\">Kedatangan kepala daerah tersebut disambut hangat masyarakat setempat melalui tarian adat, semajau bersama, hingga penganugerahan gelar adat \u201cKalawon Saraton\u201d sebagai bentuk penghormatan terhadap pemimpin daerah yang dinilai hadir langsung di tengah warga pedalaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"950\" data-end=\"1248\">Usai tiba, Irwan menegaskan bahwa perjalanan berat itu bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bentuk kesungguhan pemerintah mendengar kebutuhan warga. \u201cPerjalanan ini bukan tentang saya, tetapi tentang masyarakat hulu yang membutuhkan perhatian dan pelayanan yang lebih baik,\u201d ujarnya, sebagaimana dilansir laman resmi pemerintah kabupaten Nunukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1250\" data-end=\"1549\">Dalam kesempatan tersebut, ia berdialog langsung dengan warga, menyerap berbagai aspirasi, sekaligus menyalurkan bantuan yang dinilai mendesak. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan memprioritaskan perbaikan infrastruktur serta peningkatan layanan publik agar kesenjangan wilayah dapat ditekan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1551\" data-end=\"1778\">Irwan juga menilai medan sulit tidak boleh menjadi alasan keterlambatan pelayanan pemerintah.<br data-start=\"1644\" data-end=\"1647\" \/>\u201cSelama masyarakat membutuhkan, pemerintah harus hadir, meskipun harus melewati medan yang berat,\u201d katanya menegaskan komitmen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1780\" data-end=\"2053\">Kunjungan menembus jeram sungai itu menjadi simbol keseriusan pemerintah daerah menjangkau wilayah terluar. Kehadiran langsung pemimpin di tengah masyarakat diharapkan memperkuat kepercayaan publik sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan Nunukan. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1780\" data-end=\"2053\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN \u2014 Akses sulit tidak menghalangi langkah Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE untuk menjangkau masyarakat pedalaman. Pada Sabtu (07\/02\/2026), ia bersama rombongan menempuh perjalanan sungai berarus deras menuju Lumbis Hulu, wilayah hulu yang dikenal terpencil dan menantang secara geografis. Perjalanan dilakukan dengan menyusuri Sungai Sadalir yang dipenuhi jeram, gelombang kuat, serta batu-batu tersembunyi. Dengan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":164870,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,27,2248],"tags":[],"class_list":["post-164869","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164869","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=164869"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164869\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":164871,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164869\/revisions\/164871"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/164870"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=164869"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=164869"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=164869"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}