{"id":164872,"date":"2026-02-08T15:54:35","date_gmt":"2026-02-08T07:54:35","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=164872"},"modified":"2026-02-08T15:54:35","modified_gmt":"2026-02-08T07:54:35","slug":"alat-deteksi-gempa-nunukan-diservis-kesiapsiagaan-ditingkatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/alat-deteksi-gempa-nunukan-diservis-kesiapsiagaan-ditingkatkan\/","title":{"rendered":"Alat Deteksi Gempa Nunukan Diservis, Kesiapsiagaan Ditingkatkan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"83\" data-end=\"467\"><strong>NUNUKAN<\/strong> \u2014 Upaya memperkuat kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi di wilayah perbatasan terus dilakukan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan perawatan perangkat Wideband Seismograph (WRS) yang terpasang di Kantor BPBD Kabupaten Nunukan, sebagai bagian dari langkah menjaga keandalan sistem pemantauan aktivitas seismik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"469\" data-end=\"749\">Kegiatan teknis ini mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap sensor, sistem perekaman data, jaringan komunikasi, hingga proses kalibrasi perangkat. Perawatan rutin dinilai krusial agar getaran tanah dapat terekam akurat dan dikirim secara waktu nyata ke pusat pemantauan BMKG.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"751\" data-end=\"1029\">Keberadaan WRS memiliki fungsi penting dalam mendeteksi gempa, baik berkekuatan kecil maupun besar. Informasi dari alat tersebut menjadi dasar analisis cepat serta rujukan penyampaian peringatan dini kepada pemerintah daerah dan masyarakat apabila terjadi aktivitas seismik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1031\" data-end=\"1231\">Pemerintah daerah melalui BPBD Nunukan menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai memperkuat kesiapsiagaan bencana, terutama di kawasan perbatasan yang membutuhkan sistem pemantauan andal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1233\" data-end=\"1643\">Personel teknis BMKG, Giga, menegaskan bahwa perawatan berkala merupakan keharusan demi menjaga stabilitas kinerja alat. \u201cPerawatan perangkat pemantau gempa dilakukan secara rutin agar sensor dan sistem perekaman tetap bekerja presisi. Jika kondisi alat optimal, data yang dikirim ke pusat akan lebih stabil dan mempercepat analisis ketika terjadi aktivitas seismik di sekitar wilayah ini,\u201d jelasnya, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1645\" data-end=\"1950\">Ia menambahkan, BMKG terus meningkatkan kualitas jaringan pemantauan sebagai bagian dari komitmen memperkuat mitigasi serta menekan risiko dampak gempa bumi bagi masyarakat. \u201cPenguatan jaringan observasi menjadi prioritas agar upaya pengurangan risiko bencana dapat berjalan lebih efektif,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1952\" data-end=\"2142\">Langkah pemeliharaan ini diharapkan memastikan sistem deteksi dini di Nunukan tetap siap bekerja setiap saat, sehingga perlindungan terhadap masyarakat dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1952\" data-end=\"2142\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN \u2014 Upaya memperkuat kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi di wilayah perbatasan terus dilakukan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan perawatan perangkat Wideband Seismograph (WRS) yang terpasang di Kantor BPBD Kabupaten Nunukan, sebagai bagian dari langkah menjaga keandalan sistem pemantauan aktivitas seismik. Kegiatan teknis ini mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap sensor, sistem perekaman data, jaringan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":164873,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,27,2248],"tags":[],"class_list":["post-164872","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164872","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=164872"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164872\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":164874,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164872\/revisions\/164874"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/164873"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=164872"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=164872"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=164872"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}