{"id":164895,"date":"2026-02-08T16:43:05","date_gmt":"2026-02-08T08:43:05","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=164895"},"modified":"2026-02-08T16:43:05","modified_gmt":"2026-02-08T08:43:05","slug":"10-kasus-narkoba-terungkap-hanya-dalam-sebulan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/10-kasus-narkoba-terungkap-hanya-dalam-sebulan\/","title":{"rendered":"10 Kasus Narkoba Terungkap Hanya dalam Sebulan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"75\" data-end=\"362\"><strong>BERAU<\/strong> \u2014 Pergerakan jaringan narkotika di Kabupaten Berau kian mengkhawatirkan. Memasuki awal Februari 2026, Satuan Reserse Narkoba Polres Berau mencatat keberhasilan pengungkapan 10 kasus dengan total barang bukti sabu menembus lebih dari satu kilogram.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"364\" data-end=\"547\">Dari serangkaian operasi tersebut, aparat mengamankan 16 tersangka, termasuk seorang perempuan. Seluruhnya diduga berperan sebagai pengedar yang beroperasi di wilayah hukum Berau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"549\" data-end=\"817\">Kasat Resnarkoba Polres Berau AKP Agus Priyanto menegaskan jumlah barang bukti yang disita cukup besar. \u201cAkumulasi sabu yang berhasil diamankan mencapai 1.254,79 gram, dan seluruh tersangka memiliki peran sebagai pengedar,\u201d ujarnya pada Sabtu (07\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"819\" data-end=\"1065\">Secara geografis, Berau berada di ujung utara Kalimantan Timur dan kerap dimanfaatkan sebagai titik transit peredaran sabu dari wilayah utara. Dari daerah ini, barang haram diduga didistribusikan menuju Samarinda, Balikpapan, hingga Sulawesi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1067\" data-end=\"1306\">Polisi juga menemukan indikasi adanya pihak di Berau yang secara sengaja memesan sabu dari Kalimantan Utara untuk diedarkan di pasar lokal. \u201cMayoritas barang bukti yang kami ungkap memang berasal dari wilayah Kaltara,\u201d kata Agus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1308\" data-end=\"1558\">Saat ini, penyidik masih menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas guna memutus rantai distribusi narkotika yang masuk ke Berau. Namun, penegakan hukum dinilai belum cukup tanpa diiringi langkah pencegahan menyeluruh di masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1560\" data-end=\"1803\">Agus menekankan pentingnya edukasi bahaya narkoba sejak usia dini serta penerapan gaya hidup sehat di semua kelompok umur. \u201cDampak narkoba sangat merusak, baik fisik, mental, maupun lingkungan sosial. Karena itu harus dijauhi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1805\" data-end=\"2169\">Ia juga mengingatkan masyarakat agar mencari bantuan profesional ketika menghadapi tekanan psikologis, bukan melarikan diri pada zat terlarang. Selain itu, pembentukan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Berau dinilai mendesak untuk memperkuat upaya pencegahan secara kolektif.<br data-start=\"2082\" data-end=\"2085\" \/>\u201cKehadiran BNK akan memperkuat sinergi pencegahan bersama aparat,\u201d pungkas Agus. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1805\" data-end=\"2169\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERAU \u2014 Pergerakan jaringan narkotika di Kabupaten Berau kian mengkhawatirkan. Memasuki awal Februari 2026, Satuan Reserse Narkoba Polres Berau mencatat keberhasilan pengungkapan 10 kasus dengan total barang bukti sabu menembus lebih dari satu kilogram. Dari serangkaian operasi tersebut, aparat mengamankan 16 tersangka, termasuk seorang perempuan. Seluruhnya diduga berperan sebagai pengedar yang beroperasi di wilayah hukum &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":164896,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,17,26],"tags":[],"class_list":["post-164895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=164895"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164895\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":164897,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164895\/revisions\/164897"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/164896"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=164895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=164895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=164895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}