{"id":164939,"date":"2026-02-09T09:49:23","date_gmt":"2026-02-09T01:49:23","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=164939"},"modified":"2026-02-09T09:49:23","modified_gmt":"2026-02-09T01:49:23","slug":"dki-jakarta-geger-pelajar-disiram-diduga-air-keras","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dki-jakarta-geger-pelajar-disiram-diduga-air-keras\/","title":{"rendered":"DKI Jakarta Geger, Pelajar Disiram Diduga Air Keras"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"289\" data-end=\"599\"><strong>JAKARTA<\/strong> \u2014 Aksi kekerasan yang melibatkan pelajar kembali menyita perhatian publik setelah rekaman penyiraman cairan diduga air keras beredar luas di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, pada Jumat, 6 Februari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"601\" data-end=\"944\">Video yang beredar pada Minggu, (08\/02\/2026), memperlihatkan tiga pelajar berboncengan sepeda motor sempat berhenti di tepi jalan sebelum kembali melaju. Ketika berpapasan dengan tiga pelajar lain dari arah berlawanan, salah satu pelaku terlihat menyiramkan cairan dari botol kemasan ke arah korban, lalu melarikan diri meninggalkan lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"946\" data-end=\"1309\">Kepolisian membenarkan kejadian tersebut. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyampaikan bahwa pelaku dan korban sama-sama berstatus pelajar, tetapi berasal dari sekolah berbeda. \u201cKedua kelompok remaja itu berpapasan di jalan, kemudian terjadi aksi penyiraman oleh pihak pelaku,\u201d ujar Roby saat dikonfirmasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1311\" data-end=\"1573\">Jenis cairan yang digunakan masih dalam tahap pemeriksaan laboratorium. Dugaan sementara mengarah pada air keras, namun kepastian kandungannya belum diumumkan. \u201cKami belum dapat memastikan zat yang digunakan sebelum hasil uji laboratorium keluar,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1575\" data-end=\"1828\">Polisi juga menyebut identitas terduga pelaku telah dikantongi, meski proses verifikasi masih berjalan dan penangkapan belum dilakukan. \u201cData para terduga sudah ada, tetapi masih perlu pendalaman karena penyelidikan masih berlangsung,\u201d tutur Roby.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1830\" data-end=\"2072\">Akibat insiden tersebut, satu dari tiga korban mengalami cedera pada bagian mata dan sempat menjalani perawatan medis sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. \u201cKorban sempat dirawat di rumah sakit dan kini sudah berada di rumah,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2074\" data-end=\"2318\">Hingga kini, korban belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena kondisi yang belum memungkinkan. Aparat masih mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian yang kembali menyoroti persoalan kekerasan antarpelajar di wilayah perkotaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2074\" data-end=\"2318\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Aksi kekerasan yang melibatkan pelajar kembali menyita perhatian publik setelah rekaman penyiraman cairan diduga air keras beredar luas di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, pada Jumat, 6 Februari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Video yang beredar pada Minggu, (08\/02\/2026), memperlihatkan tiga pelajar berboncengan sepeda &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":164940,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,9295,35],"tags":[],"class_list":["post-164939","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-jakarta","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=164939"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164939\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":164941,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164939\/revisions\/164941"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/164940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=164939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=164939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=164939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}