{"id":164990,"date":"2026-02-09T16:00:06","date_gmt":"2026-02-09T08:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=164990"},"modified":"2026-02-09T16:00:06","modified_gmt":"2026-02-09T08:00:06","slug":"hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/","title":{"rendered":"Hak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"271\" data-end=\"585\"><strong>KETAPANG<\/strong> \u2013 Dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, berbuntut langkah hukum. Yayasan Surya Gizi Lestari selaku pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marau Riam Batu Gading resmi dilaporkan ke kepolisian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"587\" data-end=\"876\">Laporan tersebut diajukan Lembaga Bantuan Hukum Kapuas Raya Indonesia (LBH KRI) Ketapang ke Polres Ketapang pada Jumat (06\/02\/2026). Pengaduan dilandasi dugaan kelalaian serta kemungkinan pelanggaran ketentuan perlindungan konsumen yang berujung pada jatuh sakitnya ratusan penerima manfaat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"878\" data-end=\"1264\">Perwakilan LBH KRI Ketapang, Jakaria Irawan, menilai kejadian ini tidak dapat dipandang sekadar musibah. Ia menyebut terdapat indikasi kuat adanya pelanggaran hukum yang perlu ditelusuri secara serius oleh aparat penegak hukum. \u201cPeristiwa ini patut diduga memiliki unsur pelanggaran hukum formil, sehingga harus diproses secara terang dan akuntabel,\u201d ujarnya usai membuat laporan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1266\" data-end=\"1510\">Secara yuridis, LBH menilai peristiwa tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta ketentuan pidana terkait kelalaian yang menyebabkan orang lain sakit sebagaimana diatur dalam KUHP terbaru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1512\" data-end=\"1928\">LBH juga mendesak keterbukaan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi korban. Apabila ditemukan pelanggaran standar sanitasi maupun prosedur pengolahan, penyedia makanan dinilai wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya, baik secara pidana maupun perdata. \u201cJika terbukti ada kelalaian, pihak penyedia harus bertanggung jawab, termasuk memberikan kompensasi kepada korban,\u201d tegas Jakaria.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1930\" data-end=\"2231\">Sikap tegas serupa disampaikan anggota LBH KRI Ketapang lainnya, Rizqie Suharta. Ia memastikan pendampingan hukum akan terus dilakukan hingga proses penanganan perkara mencapai kepastian hukum. \u201cKami fokus memastikan hak-hak korban terpenuhi dan kejadian serupa tidak kembali terulang,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2233\" data-end=\"2512\">Dalam pendampingan tersebut, LBH menyoroti pentingnya pengamanan barang bukti, mulai dari rekam medis korban hingga sisa makanan yang diduga menjadi sumber keracunan. Selain itu, audit investigatif terhadap prosedur penyediaan MBG di wilayah Marau juga didorong segera dilakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2514\" data-end=\"2670\">LBH turut menuntut pemulihan bagi korban, mencakup biaya pengobatan, kerugian akibat kehilangan aktivitas, hingga dampak psikologis yang dialami masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2672\" data-end=\"3161\">Di sisi lain, pihak pengelola program menyatakan akan mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan. Kepala Program MBG Regional Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, menegaskan penghormatan terhadap hak masyarakat untuk melapor. \u201cKami menghormati langkah hukum yang ditempuh dan akan mengikuti proses yang ditangani kepolisian sesuai aturan,\u201d ujarnya, Senin (09\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2672\" data-end=\"3161\">Ia menambahkan bahwa pelaporan merupakan hak setiap warga, terlebih korban dalam peristiwa ini melibatkan anak-anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3163\" data-end=\"3429\">Diketahui, sebanyak 417 penerima manfaat dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu perkedel tahu dari dapur MBG pada Rabu (4\/2). Gejala baru terdeteksi sehari kemudian, Kamis (05\/02\/2026), sehingga memicu penanganan medis dan penyelidikan lanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3431\" data-end=\"3570\">Hingga kini, berbagai pihak masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab pasti insiden keracunan massal tersebut. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3431\" data-end=\"3570\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KETAPANG \u2013 Dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, berbuntut langkah hukum. Yayasan Surya Gizi Lestari selaku pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marau Riam Batu Gading resmi dilaporkan ke kepolisian. Laporan tersebut diajukan Lembaga Bantuan Hukum Kapuas Raya Indonesia (LBH KRI) Ketapang ke &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":164993,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,30],"tags":[],"class_list":["post-164990","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"KETAPANG \u2013 Dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, berbuntut langkah hukum. Yayasan Surya Gizi Lestari selaku pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marau Riam Batu Gading resmi dilaporkan ke kepolisian. Laporan tersebut diajukan Lembaga Bantuan Hukum Kapuas Raya Indonesia (LBH KRI) Ketapang ke\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Agnes Wiguna\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Hak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"KETAPANG \u2013 Dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, berbuntut langkah hukum. Yayasan Surya Gizi Lestari selaku pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marau Riam Batu Gading resmi dilaporkan ke kepolisian. Laporan tersebut diajukan Lembaga Bantuan Hukum Kapuas Raya Indonesia (LBH KRI) Ketapang ke\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-09T08:00:06+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-09T08:00:06+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Hak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"KETAPANG \u2013 Dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, berbuntut langkah hukum. Yayasan Surya Gizi Lestari selaku pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marau Riam Batu Gading resmi dilaporkan ke kepolisian. Laporan tersebut diajukan Lembaga Bantuan Hukum Kapuas Raya Indonesia (LBH KRI) Ketapang ke\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\\\/#blogposting\",\"name\":\"Hak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa - Berita Borneo\",\"headline\":\"Hak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/Hak-Korban-Dituntut-Pengelola-MBG-Diperiksa.jpg\",\"width\":1536,\"height\":1024,\"caption\":\"Gambar Ilustrasi\"},\"datePublished\":\"2026-02-09T16:00:06+08:00\",\"dateModified\":\"2026-02-09T16:00:06+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Hotnews, Kalimantan Barat, Ketapang\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Barat\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Barat\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Ketapang\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Ketapang\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\\\/#listItem\",\"name\":\"Hak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Barat\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Hak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Ketapang\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/\",\"name\":\"Agnes Wiguna\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3145f891ddd896b0b192051b7b5e94d88b14a857027f805d8f2b811445705e2e?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Agnes Wiguna\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\\\/\",\"name\":\"Hak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa - Berita Borneo\",\"description\":\"KETAPANG \\u2013 Dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, berbuntut langkah hukum. Yayasan Surya Gizi Lestari selaku pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marau Riam Batu Gading resmi dilaporkan ke kepolisian. Laporan tersebut diajukan Lembaga Bantuan Hukum Kapuas Raya Indonesia (LBH KRI) Ketapang ke\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/Hak-Korban-Dituntut-Pengelola-MBG-Diperiksa.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\\\/#mainImage\",\"width\":1536,\"height\":1024,\"caption\":\"Gambar Ilustrasi\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2026-02-09T16:00:06+08:00\",\"dateModified\":\"2026-02-09T16:00:06+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Hak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa - Berita Borneo","description":"KETAPANG \u2013 Dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, berbuntut langkah hukum. Yayasan Surya Gizi Lestari selaku pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marau Riam Batu Gading resmi dilaporkan ke kepolisian. Laporan tersebut diajukan Lembaga Bantuan Hukum Kapuas Raya Indonesia (LBH KRI) Ketapang ke","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/#blogposting","name":"Hak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa - Berita Borneo","headline":"Hak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Hak-Korban-Dituntut-Pengelola-MBG-Diperiksa.jpg","width":1536,"height":1024,"caption":"Gambar Ilustrasi"},"datePublished":"2026-02-09T16:00:06+08:00","dateModified":"2026-02-09T16:00:06+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/#webpage"},"articleSection":"Hotnews, Kalimantan Barat, Ketapang"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Kalimantan Barat"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Barat","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Ketapang"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","position":3,"name":"Ketapang","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/#listItem","name":"Hak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Kalimantan Barat"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/#listItem","position":4,"name":"Hak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Ketapang"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/","name":"Agnes Wiguna","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3145f891ddd896b0b192051b7b5e94d88b14a857027f805d8f2b811445705e2e?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Agnes Wiguna"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/","name":"Hak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa - Berita Borneo","description":"KETAPANG \u2013 Dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, berbuntut langkah hukum. Yayasan Surya Gizi Lestari selaku pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marau Riam Batu Gading resmi dilaporkan ke kepolisian. Laporan tersebut diajukan Lembaga Bantuan Hukum Kapuas Raya Indonesia (LBH KRI) Ketapang ke","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Hak-Korban-Dituntut-Pengelola-MBG-Diperiksa.jpg","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/#mainImage","width":1536,"height":1024,"caption":"Gambar Ilustrasi"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/#mainImage"},"datePublished":"2026-02-09T16:00:06+08:00","dateModified":"2026-02-09T16:00:06+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Hak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa - Berita Borneo","og:description":"KETAPANG \u2013 Dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, berbuntut langkah hukum. Yayasan Surya Gizi Lestari selaku pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marau Riam Batu Gading resmi dilaporkan ke kepolisian. Laporan tersebut diajukan Lembaga Bantuan Hukum Kapuas Raya Indonesia (LBH KRI) Ketapang ke","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2026-02-09T08:00:06+00:00","article:modified_time":"2026-02-09T08:00:06+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Hak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa - Berita Borneo","twitter:description":"KETAPANG \u2013 Dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, berbuntut langkah hukum. Yayasan Surya Gizi Lestari selaku pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marau Riam Batu Gading resmi dilaporkan ke kepolisian. Laporan tersebut diajukan Lembaga Bantuan Hukum Kapuas Raya Indonesia (LBH KRI) Ketapang ke","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"164990","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"","score":0,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":{"faqs":[],"keyPoints":[],"titles":[],"descriptions":[],"socialPosts":{"email":[],"linkedin":[],"twitter":[],"facebook":[],"instagram":[]}},"created":"2026-02-09 08:00:12","updated":"2026-02-09 08:00:12","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/\" title=\"Kalimantan Barat\">Kalimantan Barat<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/\" title=\"Ketapang\">Ketapang<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tHak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Kalimantan Barat","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/"},{"label":"Ketapang","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/"},{"label":"Hak Korban Dituntut, Pengelola MBG Diperiksa","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hak-korban-dituntut-pengelola-mbg-diperiksa\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164990","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=164990"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164990\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":164995,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164990\/revisions\/164995"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/164993"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=164990"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=164990"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=164990"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}