{"id":165258,"date":"2026-02-10T16:44:46","date_gmt":"2026-02-10T08:44:46","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=165258"},"modified":"2026-02-10T16:44:46","modified_gmt":"2026-02-10T08:44:46","slug":"perencanaan-tak-boleh-seremonial-sekda-beri-peringatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/perencanaan-tak-boleh-seremonial-sekda-beri-peringatan\/","title":{"rendered":"Perencanaan Tak Boleh Seremonial, Sekda Beri Peringatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"165\" data-end=\"515\"><strong>SINGKAWANG<\/strong>\u00a0\u2014 Pemerintah Kota Singkawang menaruh perhatian serius pada kualitas perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan. Hal itu tercermin dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Kecamatan Singkawang Timur yang menjadi ruang penyelarasan kebutuhan warga dengan arah kebijakan daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"517\" data-end=\"903\">Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, saat membuka forum tersebut di Aula Kantor Camat Singkawang Timur pada Senin, menegaskan pentingnya memastikan setiap usulan pembangunan benar-benar menyentuh persoalan nyata masyarakat. \u201cMusrenbang harus melahirkan rencana yang terukur, relevan dengan kebutuhan warga, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"905\" data-end=\"1315\">Ia menilai forum Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wadah partisipasi publik untuk merumuskan prioritas pembangunan secara bersama. Karena itu, seluruh usulan diminta melalui proses kajian matang agar selaras dengan visi pembangunan Kota Singkawang. \u201cSetiap program yang diusulkan perlu disaring secara cermat agar tepat sasaran serta mendukung arah pembangunan kota ke depan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1317\" data-end=\"1758\">Dalam paparannya, Dwi Yanti juga menyoroti peluang ekonomi yang dimiliki Singkawang Timur, khususnya sektor pertanian, wisata alam, dan penguatan nilai kearifan lokal. Potensi tersebut dinilai mampu menjadi motor pertumbuhan baru apabila dikelola berkelanjutan. \u201cPengembangan kawasan Agro Eduwisata Nyarumkop hingga Saung Timur menjadi contoh integrasi antara edukasi, ekonomi warga, dan identitas kawasan berbasis pertanian,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1760\" data-end=\"2180\">Meski memiliki peluang besar, wilayah ini masih menghadapi persoalan sosial yang cukup berat. Data pemerintah menunjukkan Singkawang Timur menjadi kecamatan dengan tingkat kemiskinan tertinggi di kota tersebut, sehingga memerlukan penanganan lintas sektor yang terarah. \u201cPersoalan kemiskinan berdampak luas terhadap kualitas hidup masyarakat, sehingga intervensinya harus komprehensif dan tepat sasaran,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2182\" data-end=\"2528\">Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan dunia usaha. \u201cKolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar program pembangunan benar-benar mampu menekan kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan warga Singkawang Timur,\u201d pungkas Dwi Yanti. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2182\" data-end=\"2528\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SINGKAWANG\u00a0\u2014 Pemerintah Kota Singkawang menaruh perhatian serius pada kualitas perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan. Hal itu tercermin dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Kecamatan Singkawang Timur yang menjadi ruang penyelarasan kebutuhan warga dengan arah kebijakan daerah. Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, saat membuka forum tersebut di Aula Kantor Camat Singkawang Timur pada &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":165260,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,39],"tags":[],"class_list":["post-165258","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-singkawang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165258","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=165258"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165258\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":165261,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165258\/revisions\/165261"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/165260"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=165258"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=165258"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=165258"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}