{"id":165279,"date":"2026-02-10T17:06:53","date_gmt":"2026-02-10T09:06:53","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=165279"},"modified":"2026-02-10T17:06:53","modified_gmt":"2026-02-10T09:06:53","slug":"pemkab-diminta-tanggap-jembatan-krayan-timur-masih-berbahaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemkab-diminta-tanggap-jembatan-krayan-timur-masih-berbahaya\/","title":{"rendered":"Pemkab Diminta Tanggap, Jembatan Krayan Timur Masih Berbahaya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"212\" data-end=\"511\"><strong>NUNUKAN<\/strong> \u2013 Kondisi jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Krayan Timur memprihatinkan. Beberapa di antaranya dilaporkan rusak parah dan belum mendapat pemugaran besar sejak awal dibangun, sehingga memunculkan kekhawatiran warga akan keselamatan dan kelancaran akses transportasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"513\" data-end=\"639\">Camat Krayan Timur, Lintoni, mengungkapkan bahwa pemeliharaan rutin selama ini tidak cukup untuk menjamin keamanan jembatan. \u201cSebagian jembatan ini sudah tua dan belum pernah diperbaiki secara menyeluruh. Ada sekitar 10 jembatan dari Long Bawan hingga Long Umung yang kondisinya memprihatinkan. Lima jembatan besar dan lima jembatan kecil semua rusak, dan hanya pemeliharaan rutin yang bisa dilakukan,\u201d ujar Lintoni, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah KabupTEN Nunukan, Senin (09\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"958\" data-end=\"1130\">Ia menambahkan bahwa pemerintah kecamatan bahkan harus membatasi kendaraan bermuatan berat melintasi beberapa jembatan tertentu untuk menghindari risiko kecelakaan fatal. \u201cKita harus antisipatif. Kendaraan berat kami larang sementara agar akses utama tetap bisa digunakan masyarakat, terutama untuk layanan kesehatan dan pendidikan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1312\" data-end=\"1536\">Lintoni menekankan bahwa masyarakat terus menyuarakan kebutuhan pembangunan jembatan permanen yang aman dan tahan lama. Aspirasi tersebut telah disampaikan kepada pemerintah daerah dan pusat agar mendapat perhatian serius.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1538\" data-end=\"1736\">\u201cJembatan bukan sekadar sarana lintas desa, tapi juga tulang punggung distribusi logistik dan ekonomi. Kalau infrastrukturnya andal, pelayanan publik juga bisa berjalan lebih baik,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1738\" data-end=\"2038\">Pemerintah Kecamatan Krayan Timur berkomitmen untuk terus mengawal usulan perbaikan infrastruktur. Lintoni berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi yang tidak sementara, tetapi berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2040\" data-end=\"2167\">\u201cTujuan kami jelas: jembatan yang aman, tahan lama, dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Krayan Timur,\u201d tutupnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2040\" data-end=\"2167\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN \u2013 Kondisi jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Krayan Timur memprihatinkan. Beberapa di antaranya dilaporkan rusak parah dan belum mendapat pemugaran besar sejak awal dibangun, sehingga memunculkan kekhawatiran warga akan keselamatan dan kelancaran akses transportasi. Camat Krayan Timur, Lintoni, mengungkapkan bahwa pemeliharaan rutin selama ini tidak cukup untuk menjamin keamanan jembatan. \u201cSebagian jembatan ini &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":165282,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,27,2248],"tags":[],"class_list":["post-165279","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165279","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=165279"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165279\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":165283,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165279\/revisions\/165283"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/165282"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=165279"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=165279"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=165279"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}