{"id":16548,"date":"2017-07-04T09:43:54","date_gmt":"2017-07-04T01:43:54","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=16548"},"modified":"2017-07-04T09:43:54","modified_gmt":"2017-07-04T01:43:54","slug":"warga-teluk-batang-tolak-tambang-batu-granit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/warga-teluk-batang-tolak-tambang-batu-granit\/","title":{"rendered":"Warga Teluk Batang Tolak Tambang Batu Granit"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_16549\" aria-describedby=\"caption-attachment-16549\" style=\"width: 693px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Foto-Batu-Granit.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-16549\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Foto-Batu-Granit-300x214.jpg\" alt=\"\" width=\"693\" height=\"494\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-16549\" class=\"wp-caption-text\">Mahasiswa dan asyarakat Kayong Utara mendatangi kantor DPRD menolak kehadiran PT. Teluk Batang Mitra sejati yang akan mengeksplorasi tambang batu granit di Gunung Tujuh, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara.(Foto:PP)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\">KAYONG UTARA-Warga Gunung Tujuh, Kecamatan Teluk Batang, Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat tetap tak bergeming menolak keras kehadiran pembangunan proyek eksplorasi batu granit, yang digagas PT. Teluk Batang Mitra Sejati, karena dinilai perijinannya tidak melibatkan warga sekitar tambang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Abdul Rani Ketua Lembaga Pengawal Pelaksana Pembangunan Kabupaten Kayong Utara (LP3KKU), kisruh penolakan warga berawal tidak dilibatkannya proses perizinan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cDikeluarkannya izin pertambangan ini tidak melibatkan masyarakat sekitar, sehingga warga merasa tidak dihargai, terlebih diareal rencana pertambangan batu grait itu ada situs sejarah yang harus dipertahankan keasliannya,\u2019\u2019kata Abdul Rani, Selasa (3\/7).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata Abdul Rani, sejauh ini persetujuan izin justru dikeluarkan oleh Pemprov. Kalbar, hal ini perlu dipertimbangkan kembali, terutama gunung tujuh itu ada situs (sejarah) sudah ada perdanya, kedua harus juga dilakukan sosialisasi kemasyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cSeharusnya sebelum dikeluarkan izin dari Provinsi harus ada rekomendasi dari pemerintah daerah, tentu Pemkab Kayong Utara sebelumya akan mendapat persetujuan dari warga&#8221;, jelas Abdul Rani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Abdul Rani memberi contoh, kasus yang sama terjadi di pertambangan Desa Matan, Kecamatan Simpang Hilir sampai saat ini belum memberikan nilai manfaatbagi masyarakat, sehingga ditakutkannya, hal serupa juga terjadi kepada masyarakat Teluk Batang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cHal ini takut terulang, pemerintah harus menjaring aspirasi warga, tidak asal memberi izin kepada perusahaan,\u2019\u2019pinta Abdul Rani. (Rac)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAYONG UTARA-Warga Gunung Tujuh, Kecamatan Teluk Batang, Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat tetap tak bergeming menolak keras kehadiran pembangunan proyek eksplorasi batu granit, yang digagas PT. Teluk Batang Mitra Sejati, karena dinilai perijinannya tidak melibatkan warga sekitar tambang. Menurut Abdul Rani Ketua Lembaga Pengawal Pelaksana Pembangunan Kabupaten Kayong Utara (LP3KKU), kisruh penolakan warga berawal tidak &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16549,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6,7,17,19,2273],"tags":[5322,5323,5324],"class_list":["post-16548","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-lain","category-breaking-news","category-headlines","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","tag-batu-granit","tag-pt-teluk-batang-mitra-sejati","tag-teluk-batang"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16548"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16548\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}