{"id":165719,"date":"2026-02-12T16:19:58","date_gmt":"2026-02-12T08:19:58","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=165719"},"modified":"2026-02-12T16:19:58","modified_gmt":"2026-02-12T08:19:58","slug":"misteri-kematian-ar-di-km-50-palangka-raya-didalami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/misteri-kematian-ar-di-km-50-palangka-raya-didalami\/","title":{"rendered":"Misteri Kematian AR di Km 50 Palangka Raya Didalami"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" tabindex=\"-1\" data-turn-id=\"19fed1bb-3c6a-4a33-a7ce-afd1b613c952\" data-testid=\"conversation-turn-51\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/article>\n<article class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" tabindex=\"-1\" data-turn-id=\"request-WEB:c73f5642-b171-4166-a892-22cecaba28f0-25\" data-testid=\"conversation-turn-52\" data-scroll-anchor=\"true\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"cc133b41-e0bb-42f7-9053-94841e9169f9\" data-message-model-slug=\"gpt-5-2\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"335\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"36\">PALANGKA RAYA<\/strong> \u2014 Penanganan kasus penemuan jasad pria berinisial AR di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 50,4 terus berlanjut. Pada Selasa (10\/02\/2026) malam, jajaran Polsek Bukit Batu bersama tim gabungan menggelar pra rekonstruksi guna menelusuri kembali rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"337\" data-end=\"633\">Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafizh Ramadhan didampingi Kanit Jatanras Polresta Palangka Raya serta personel terkait. Pra rekonstruksi dilakukan di beberapa titik yang diduga menjadi lokasi terakhir pergerakan korban sebelum kejadian tragis itu terungkap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"635\" data-end=\"938\">Kapolsek menjelaskan, korban yang merupakan warga Kabupaten Pulang Pisau sebelumnya diketahui bepergian bersama tiga rekannya menuju wilayah Kabupaten Katingan. Ketiga orang tersebut dihadirkan dalam pra rekonstruksi dengan status sebagai saksi karena sebelumnya telah dimintai keterangan oleh penyidik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"940\" data-end=\"1242\">Ia menuturkan, tahapan awal pra rekonstruksi dimulai dari titik ditemukannya jenazah, yakni di depan Gang Mulia Km 50,4. Di lokasi tersebut, penyidik memperagakan posisi korban saat pertama kali ditemukan warga. Setelah itu, tim bergerak ke Km 51 yang diduga menjadi tempat korban turun dari kendaraan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1244\" data-end=\"1486\">Dalam penelusuran di area tersebut, petugas menemukan sehelai kaos hitam bergambar kelelawar yang diduga milik korban. Pakaian itu berada sekitar 15 meter dari titik korban turun dan berjarak kurang lebih 650 meter dari lokasi penemuan jasad.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1488\" data-end=\"1830\">Berdasarkan keterangan saksi yang diperagakan ulang, korban sempat diminta kembali masuk ke dalam kendaraan, namun menolak hingga akhirnya ditinggalkan di lokasi tersebut. Kapolsek menegaskan bahwa pra rekonstruksi dilakukan untuk mencocokkan keterangan saksi dengan kondisi nyata di lapangan sekaligus menguji konsistensi kronologi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1832\" data-end=\"1966\">\u201cLangkah ini penting agar penyidik memperoleh gambaran utuh mengenai rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1968\" data-end=\"2223\">Pengamanan kegiatan melibatkan puluhan personel dari unsur Reskrim, Intelkam, SPKT, Provost, Inafis, hingga patroli lalu lintas. Hingga kini, penyidik masih terus mengumpulkan bukti serta keterangan tambahan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1968\" data-end=\"2223\">Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALANGKA RAYA \u2014 Penanganan kasus penemuan jasad pria berinisial AR di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 50,4 terus berlanjut. Pada Selasa (10\/02\/2026) malam, jajaran Polsek Bukit Batu bersama tim gabungan menggelar pra rekonstruksi guna menelusuri kembali rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafizh Ramadhan didampingi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":165720,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2264],"tags":[],"class_list":["post-165719","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165719","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=165719"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165719\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":165721,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165719\/revisions\/165721"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/165720"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=165719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=165719"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=165719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}