{"id":165904,"date":"2026-02-13T10:42:31","date_gmt":"2026-02-13T02:42:31","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=165904"},"modified":"2026-02-13T10:42:31","modified_gmt":"2026-02-13T02:42:31","slug":"pencarian-26-jam-berakhir-duka-di-perairan-sampanahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pencarian-26-jam-berakhir-duka-di-perairan-sampanahan\/","title":{"rendered":"Pencarian 26 Jam Berakhir Duka di Perairan Sampanahan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"136\" data-end=\"477\"><strong>KOTABARU <\/strong>\u2013 Pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di Desa Gunung Batu Besar, Kecamatan Sampanahan, Kabupaten <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Kotabaru<\/span><\/span>, berakhir tragis. Korban bernama Asralim Juni (67) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis pagi (12\/02\/2026) di sekitar titik terakhir keberadaannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"479\" data-end=\"720\">Sebelumnya, korban diketahui berangkat melaut pada Selasa malam (10\/02\/2026) untuk menangkap udang, namun tidak kunjung kembali hingga larut malam. Kekhawatiran keluarga mendorong warga bersama aparat desa melakukan pencarian sejak dini hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"722\" data-end=\"1054\">Koordinator tim penyelamat setempat, Adi Maulana, menyampaikan bahwa proses pencarian dilakukan dengan penyisiran menyeluruh di area perairan yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban. \u201cKami melakukan pencarian sejak dini hari dengan memperluas area penyisiran. Korban akhirnya ditemukan mengapung pada Kamis pagi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1056\" data-end=\"1309\">Ia menambahkan, operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim penyelamat, aparat keamanan, pemerintah desa, hingga masyarakat sekitar. Upaya tersebut difokuskan di sekitar lokasi penemuan perahu korban yang sebelumnya ditemukan tanpa awak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1311\" data-end=\"1620\">Sementara itu, Kepala Desa Gunung Batu Besar, Hariyani, menjelaskan bahwa korban biasanya hanya melaut dalam waktu singkat. \u201cBiasanya beliau pulang dua sampai tiga jam setelah berangkat. Saat malam itu tidak kunjung kembali, keluarga mulai khawatir dan melapor kepada warga serta aparat desa,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1622\" data-end=\"1827\">Menurut Hariyani, penemuan perahu tanpa keberadaan korban semakin menguatkan dugaan terjadinya kecelakaan di laut. Pencarian kemudian dipusatkan di sekitar lokasi tersebut hingga korban akhirnya ditemukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1829\" data-end=\"2083\">Setelah proses evakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir akan besarnya risiko melaut seorang diri, terutama bagi nelayan lanjut usia. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1829\" data-end=\"2083\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTABARU \u2013 Pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di Desa Gunung Batu Besar, Kecamatan Sampanahan, Kabupaten Kotabaru, berakhir tragis. Korban bernama Asralim Juni (67) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis pagi (12\/02\/2026) di sekitar titik terakhir keberadaannya. Sebelumnya, korban diketahui berangkat melaut pada Selasa malam (10\/02\/2026) untuk menangkap udang, namun tidak &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":165905,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2276,2299],"tags":[],"class_list":["post-165904","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-kotabaru-provinsi-kalimantan-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165904","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=165904"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165904\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":165906,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165904\/revisions\/165906"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/165905"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=165904"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=165904"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=165904"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}