{"id":165960,"date":"2026-02-13T14:35:53","date_gmt":"2026-02-13T06:35:53","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=165960"},"modified":"2026-02-13T14:35:53","modified_gmt":"2026-02-13T06:35:53","slug":"misteri-mayat-km-50-mulai-terkuak-identitas-korban-terungkap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/misteri-mayat-km-50-mulai-terkuak-identitas-korban-terungkap\/","title":{"rendered":"Misteri Mayat Km 50 Mulai Terkuak, Identitas Korban Terungkap"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"261\"><strong>PALANGKA RAYA <\/strong>\u2014 Misteri kematian seorang pria yang ditemukan di tepi Jalan Tjilik Riwut Km 50, Gang Mulia, Kecamatan Bukit Batu, mulai terkuak setelah kepolisian memastikan identitas korban. Pria tersebut diketahui bernama Ardiansyah, yang akrab disapa Ale.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"263\" data-end=\"600\">Kapolsek Bukit Batu menyampaikan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang pengemudi yang melintas di lokasi pada Kamis (05\/02\/2026). Hingga kini, aparat masih mendalami penyebab pasti kematian korban. \u201cPenyebab meninggalnya korban belum dapat dipastikan karena proses penyelidikan masih berjalan,\u201d ujarnya, Jumat (13\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"602\" data-end=\"970\">Dalam upaya mengurai kronologi, polisi telah menggelar pra-rekonstruksi pada Selasa (10\/02\/2026) malam dengan menghadirkan tiga rekan kerja korban sebagai saksi. Langkah tersebut dilakukan guna mencocokkan keterangan saksi dengan kondisi lapangan. \u201cPra-rekonstruksi bertujuan memperjelas alur kejadian sekaligus memperkuat informasi yang diperoleh penyidik,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"972\" data-end=\"1467\">Dari rangkaian kegiatan itu terungkap bahwa korban sempat berangkat bersama para saksi untuk bekerja ke wilayah Kabupaten Katingan sebelum akhirnya turun di tengah perjalanan. Penelusuran kemudian dilakukan dari titik penemuan jenazah di Km 50,4 menuju Km 51 yang diduga menjadi lokasi korban turun dari kendaraan. Di area tersebut, petugas menemukan kaos hitam bergambar kelelawar milik korban sekitar 15 meter dari titik turun dan berjarak kurang lebih 650 meter dari lokasi jenazah ditemukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1469\" data-end=\"1717\">Keterangan saksi juga menyebut korban sempat diminta kembali naik ke kendaraan, namun menolak sehingga ditinggalkan. Sementara itu, hasil visum sementara dokter forensik menemukan delapan luka pada tubuh korban yang diduga berasal dari benda tajam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1719\" data-end=\"2008\">Meski demikian, kepolisian di wilayah <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Palangka Raya<\/span><\/span> menegaskan penyebab kematian masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan. Penanganan kasus terus dilakukan oleh jajaran <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Polsek Bukit Batu<\/span><\/span> untuk mengungkap secara utuh peristiwa tersebut.[]\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1719\" data-end=\"2008\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALANGKA RAYA \u2014 Misteri kematian seorang pria yang ditemukan di tepi Jalan Tjilik Riwut Km 50, Gang Mulia, Kecamatan Bukit Batu, mulai terkuak setelah kepolisian memastikan identitas korban. Pria tersebut diketahui bernama Ardiansyah, yang akrab disapa Ale. Kapolsek Bukit Batu menyampaikan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang pengemudi yang melintas di lokasi pada &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":165961,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2264],"tags":[],"class_list":["post-165960","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165960","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=165960"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165960\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":165962,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165960\/revisions\/165962"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/165961"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=165960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=165960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=165960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}