{"id":16604,"date":"2017-07-29T09:52:30","date_gmt":"2017-07-29T01:52:30","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=16604"},"modified":"2017-07-29T09:52:30","modified_gmt":"2017-07-29T01:52:30","slug":"16604-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/16604-2\/","title":{"rendered":"Waduh !!!!! Politisi NasDem Samakan HTI dengan Aliran Kiri?"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_16605\" aria-describedby=\"caption-attachment-16605\" style=\"width: 648px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Foto-Politisi-Nasdem.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-16605\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Foto-Politisi-Nasdem-300x208.jpg\" alt=\"\" width=\"648\" height=\"449\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-16605\" class=\"wp-caption-text\">Politisi Partai Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat menyamakan HTI dengan aliran kiri?<\/figcaption><\/figure>\n<p>Berita Borneo-Saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin kuat untuk bisa menangkal segala macam paham intoleran maupun radikal yang memecah belah bangsa.<\/p>\n<p>Demikian disampaikan politisi Partai Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat di hadapan ratusan kader di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur pada Rabu kemarin (26\/7).<\/p>\n<p>\u201cKondisi saat ini mirip-mirip seperti tahun 1965. Dahulu yang menganggu atau merongrong Pancasila dari paham kiri atau komunisme, nah kalau sekarang dari aliran kanan atau keagamaan,\u201d celoteh Viktor dalam keterangannya, Kamis (27\/7).<\/p>\n<p>Dia mengatakan, aliran kanan yang dimaksud adalah kelompok ekstrim agama yang ingin menggantikan ideologi Pancasila dengan sistem khilafah.<\/p>\n<p>\u201cMereka ini menamakan dirinya HTI yang berniat meruntuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan konsep khilafah,\u201d kilahnya Viktor.<\/p>\n<p>Maka dari itu, diperlukan pemimpin yang berani untuk berhadapan dengan kelompok-kelompok intoleran.<\/p>\n<p>\u201cKalau pemimpinnya tanggung-tanggung, kondisi ini bisa berbahaya,\u201d kilahnya lagi.<\/p>\n<p>Dia menambahkan, beragama adalah hak setiap warga negara dan itu positif. Namun, yang menjadi persoalan saat agama dijadikan alat perusak oleh segelintir orang.<\/p>\n<p>\u201cKita atau siapapun beragama itu bagus. Tetapi kalau beragamanya sudah kencendrungan untuk menghancurkan sesama bangsa itu tentu tidak bagus,\u201d nyinyir Viktor yang juga ketua Fraksi Nasdem DPR RI.<\/p>\n<p>Sementara itu, Direktur Presidium LSM Borneo Hijau mengomentari statemen ketua Fraksi NasDem tersebut sebagai upaya memecah belah persatuan bangsa,&#8221;Sebagai wakil rakyat tak seharusnya asal ngomong, sebab akan berdampak tidak baik terhadap keutuhan bangsa.(Rac\/GR)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berita Borneo-Saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin kuat untuk bisa menangkal segala macam paham intoleran maupun radikal yang memecah belah bangsa. Demikian disampaikan politisi Partai Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat di hadapan ratusan kader di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur pada Rabu kemarin (26\/7). \u201cKondisi saat ini mirip-mirip seperti tahun 1965. Dahulu yang menganggu atau merongrong Pancasila &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16605,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6,7,17,19,2273],"tags":[5359,266,5360,5361],"class_list":["post-16604","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-lain","category-breaking-news","category-headlines","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","tag-hti","tag-nasdem","tag-pki","tag-viktor-bungtilu-laiskodat"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16604","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16604"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16604\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16604"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16604"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16604"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}