{"id":166111,"date":"2026-02-14T11:04:56","date_gmt":"2026-02-14T03:04:56","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=166111"},"modified":"2026-02-14T11:04:56","modified_gmt":"2026-02-14T03:04:56","slug":"tanpa-korban-jiwa-kerusakan-parah-warnai-insiden-rem-blong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tanpa-korban-jiwa-kerusakan-parah-warnai-insiden-rem-blong\/","title":{"rendered":"Tanpa Korban Jiwa, Kerusakan Parah Warnai Insiden Rem Blong"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"144\" data-end=\"565\"><strong>HULU SUNGAI UTARA<\/strong> \u2014 Arus lalu lintas di sekitar turunan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Jembatan Banua Lima<\/span><\/span> mendadak kacau setelah sebuah truk Mitsubishi Fuso diduga kehilangan fungsi pengereman, Jumat (13\/02\/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Kendaraan berat yang melaju dari arah Banjarbaru itu tak terkendali saat menuruni jembatan dan akhirnya menghantam dua kendaraan di depannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"567\" data-end=\"852\">Benturan beruntun melibatkan sebuah mobil Avanza dan satu pikap jenis Cary. Salah satu kendaraan bahkan sempat melintang di badan jalan turunan, menyebabkan antrean panjang kendaraan dari dua arah. Warga sekitar berhamburan keluar rumah ketika suara tabrakan keras terdengar di lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"854\" data-end=\"1112\">Kerusakan cukup serius tampak pada bagian depan dan belakang kendaraan yang terlibat. Meski demikian, peristiwa tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa. Aparat kepolisian segera mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi serta melakukan pendataan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1114\" data-end=\"1700\">Perwakilan kepolisian setempat menjelaskan bahwa kecelakaan dipicu kegagalan sistem pengereman pada truk. \u201cTidak terdapat korban meninggal maupun luka berat. Dampak utama hanya kerusakan kendaraan akibat truk yang tidak dapat dikendalikan saat menurun,\u201d ujar Iptu Asep saat memberikan keterangan mewakili Kapolres setempat, Jumat (13\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1114\" data-end=\"1700\">Ia menambahkan, proses penanganan masih berlangsung untuk memastikan penyebab teknis kendaraan serta menghitung kerugian material. \u201cPetugas masih mengumpulkan data di lapangan dan memastikan arus lalu lintas kembali normal,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1702\" data-end=\"2213\">Seorang warga bernama Viki menuturkan, kecelakaan akibat rem blong di turunan jembatan tersebut bukan kejadian pertama. \u201cBeberapa kali peristiwa serupa terjadi di titik yang sama, terutama melibatkan kendaraan besar saat melintas dari arah atas,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1702\" data-end=\"2213\">Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga khawatir sehingga diperlukan langkah pencegahan yang lebih serius. \u201cKami berharap ada tambahan rambu peringatan maupun perbaikan fasilitas jalan agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2215\" data-end=\"2354\">Hingga kini, aparat masih melakukan penanganan lanjutan serta pendataan menyeluruh terhadap kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2215\" data-end=\"2354\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HULU SUNGAI UTARA \u2014 Arus lalu lintas di sekitar turunan Jembatan Banua Lima mendadak kacau setelah sebuah truk Mitsubishi Fuso diduga kehilangan fungsi pengereman, Jumat (13\/02\/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Kendaraan berat yang melaju dari arah Banjarbaru itu tak terkendali saat menuruni jembatan dan akhirnya menghantam dua kendaraan di depannya. Benturan beruntun melibatkan sebuah mobil &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":166112,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2301,2276],"tags":[],"class_list":["post-166111","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kabupaten-hulu-sungai-utara-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166111","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166111"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166111\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":166113,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166111\/revisions\/166113"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166111"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166111"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166111"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}