{"id":166177,"date":"2026-02-14T15:42:40","date_gmt":"2026-02-14T07:42:40","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=166177"},"modified":"2026-02-14T15:42:40","modified_gmt":"2026-02-14T07:42:40","slug":"sungai-bontang-jadi-maut-dua-santri-hanyut-dan-tewas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sungai-bontang-jadi-maut-dua-santri-hanyut-dan-tewas\/","title":{"rendered":"Sungai Bontang Jadi Maut, Dua Santri Hanyut dan Tewas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"211\" data-end=\"490\"><strong>BONTANG<\/strong> \u2013 Tragedi menggemparkan terjadi di Sungai Bontang, Sabtu (14\/02\/2026) pagi, ketika dua siswa kelas X SMA terjerat arus deras dan tenggelam tepat di tepi sungai di samping Pondok Pesantren Hidayatullah, Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"492\" data-end=\"715\">Menurut Rozikin, pendamping pengurus pondok, peristiwa naas itu berlangsung sekitar pukul 08.00 Wita, saat debit air sungai meningkat drastis. Kondisi banjir di sekitarnya membuat arus semakin kuat dan sulit dikendalikan. \u201cMereka berada di pinggir sungai. Tiba-tiba kabar datang, dua anak sudah hanyut terbawa arus Sungai Bontang,\u201d ungkap Rozikin kepada awak media di lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"878\" data-end=\"1220\">Kedua korban, berinisial ST dan BL, merupakan siswa SMA warga Bontang. Rozikin menduga, BL tidak bisa berenang. Saat arus mulai menyeret temannya, ST mencoba menolong, namun derasnya aliran membuat keduanya ikut terseret. \u201cSepertinya ST berusaha menarik temannya, tapi arusnya terlalu kencang. Mereka berdua akhirnya hanyut,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1222\" data-end=\"1545\">Tragedi ini sempat membuat warga sekitar panik. Pencarian dilakukan oleh pengurus pondok dan warga setempat sebelum akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Pantauan di RSUD Taman Husada Bontang menunjukkan keluarga, pengurus pondok, dan personel kepolisian berkumpul menunggu proses identifikasi jenazah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1547\" data-end=\"1854\">Petugas dari Polres Bontang, Agung, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa pihak kepolisian masih menghimpun keterangan untuk memastikan kronologi tragedi secara detail. \u201cBenar, kami sedang mengumpulkan informasi untuk mengetahui persis bagaimana peristiwa ini terjadi,\u201d ujarnya singkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1856\" data-end=\"2139\">Warga setempat mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berada di sekitar sungai, terutama saat debit air tinggi atau hujan deras. \u201cArus sungai bisa berubah cepat, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,\u201d kata salah satu tetangga yang ikut membantu pencarian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2141\" data-end=\"2441\">Sungai Bontang, yang berlokasi di dekat pemukiman dan pondok pesantren, memang menjadi titik rawan ketika hujan deras atau banjir melanda. Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi orang tua dan anak-anak untuk selalu waspada di sekitar perairan, bahkan di tepi sungai yang tampak tenang sekalipun. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2141\" data-end=\"2441\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG \u2013 Tragedi menggemparkan terjadi di Sungai Bontang, Sabtu (14\/02\/2026) pagi, ketika dua siswa kelas X SMA terjerat arus deras dan tenggelam tepat di tepi sungai di samping Pondok Pesantren Hidayatullah, Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur. Menurut Rozikin, pendamping pengurus pondok, peristiwa naas itu berlangsung sekitar pukul 08.00 Wita, saat debit &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":166178,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,19,26],"tags":[],"class_list":["post-166177","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166177","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166177"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166177\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":166179,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166177\/revisions\/166179"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166178"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}