{"id":166281,"date":"2026-02-15T11:37:53","date_gmt":"2026-02-15T03:37:53","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=166281"},"modified":"2026-02-15T11:37:53","modified_gmt":"2026-02-15T03:37:53","slug":"20-anggota-kkb-hujani-pesawat-smart-air-dengan-peluru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/20-anggota-kkb-hujani-pesawat-smart-air-dengan-peluru\/","title":{"rendered":"20 Anggota KKB Hujani Pesawat Smart Air dengan Peluru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>PAPUA <\/b>\u2013 Fakta baru terungkap di balik penembakan pesawat Smart Air PK-SNR di Lapangan Terbang Karowai, Kabupaten Yahukimo, Papua. Satgas Damai Cartenz menyebut serangan itu dilakukan secara terorganisasi oleh sedikitnya 20 anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Insiden yang terjadi Rabu 11 Februari 2026 sekitar pukul 10.30 WIT itu menewaskan dua kru pesawat. Peristiwa bermula ketika pesawat yang baru mendarat bersiap melanjutkan penerbangan menuju Dekai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani menjelaskan, hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan intensitas tembakan yang cukup tinggi. \u201cDari pemeriksaan di lokasi, ditemukan 13 lubang bekas peluru di badan pesawat,\u201d ujar Faizal dalam keterangan resminya, Sabtu (14\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, saat pilot tengah memanaskan mesin, puluhan anggota KKB tiba-tiba muncul dari area penginapan di sekitar lapangan terbang. Tanpa peringatan, mereka langsung melepaskan tembakan ke arah pesawat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKetika mesin dinyalakan untuk persiapan terbang, kelompok tersebut mendekat dan menembak secara membabi buta,\u201d kata Faizal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi mendadak kacau. Penumpang dan kru berhamburan keluar demi menyelamatkan diri. Namun nahas, dua kru menjadi sasaran pengejaran. \u201cPara kru dan penumpang berusaha menjauh dari pesawat, tetapi dua kru dikejar dan ditembak hingga meninggal dunia,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satgas memastikan kedua korban telah dimakamkan di kampung halaman masing-masing. Berdasarkan keterangan saksi, para pelaku tidak dikenali oleh warga sekitar dan diduga bukan penduduk asli Korowai. Aparat kini memburu para pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami terus melakukan langkah penegakan hukum dan pengejaran terhadap kelompok yang bertanggung jawab atas penyerangan ini,\u201d tegas Faizal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Serangan ini menambah daftar panjang aksi kekerasan bersenjata di wilayah Yahukimo. Selain menewaskan korban jiwa, insiden tersebut juga menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat dan pekerja penerbangan perintis yang selama ini menjadi urat nadi transportasi di wilayah pedalaman Papua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satgas Damai Cartenz menyatakan akan meningkatkan pengamanan di sejumlah titik rawan guna mencegah kejadian serupa terulang. []\n<p>Redaksi4<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PAPUA \u2013 Fakta baru terungkap di balik penembakan pesawat Smart Air PK-SNR di Lapangan Terbang Karowai, Kabupaten Yahukimo, Papua. Satgas Damai Cartenz menyebut serangan itu dilakukan secara terorganisasi oleh sedikitnya 20 anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Insiden yang terjadi Rabu 11 Februari 2026 sekitar pukul 10.30 WIT itu menewaskan dua kru pesawat. Peristiwa bermula ketika &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":166282,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,35,8157],"tags":[14662],"class_list":["post-166281","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-nasional","category-papua","tag-kasus-penembakan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166281","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166281"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166281\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":166283,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166281\/revisions\/166283"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166282"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166281"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166281"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166281"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}