{"id":166438,"date":"2026-02-16T10:08:40","date_gmt":"2026-02-16T02:08:40","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=166438"},"modified":"2026-02-16T10:08:40","modified_gmt":"2026-02-16T02:08:40","slug":"putus-pertemanan-berujung-maut-kpai-sebut-kasus-bandung-darurat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/putus-pertemanan-berujung-maut-kpai-sebut-kasus-bandung-darurat\/","title":{"rendered":"Putus Pertemanan Berujung Maut, KPAI Sebut Kasus Bandung Darurat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"53\" data-end=\"398\"><strong> JAWA BARAT<\/strong> \u2014 Kasus pembunuhan terhadap pelajar SMP berinisial ZAAQ (14) yang diduga dilakukan dua remaja berinisial YA (16) dan AP (17) menuai perhatian serius dari <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Komisi Perlindungan Anak Indonesia<\/span><\/span>. Lembaga tersebut menilai peristiwa ini sebagai bentuk kekerasan ekstrem antaranak yang berujung pada hilangnya hak hidup korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"400\" data-end=\"889\">Komisioner KPAI, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Aris Adi Leksono<\/span><\/span>, menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus keprihatinan atas tragedi yang terjadi di wilayah Bandung. Ia menegaskan bahwa pembunuhan tersebut mencerminkan pelanggaran berat terhadap hak dasar anak dan menunjukkan situasi darurat kekerasan di kalangan remaja. \u201cPeristiwa ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, tetapi gambaran kegagalan perlindungan terhadap anak yang berujung pada hilangnya nyawa,\u201d ujarnya, Minggu (15\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"891\" data-end=\"1373\">Menurut Aris, motif konflik pertemanan yang disebut sebagai pemicu memperlihatkan rapuhnya pengelolaan emosi di lingkungan remaja. Ia menilai minimnya pendampingan orang dewasa, rendahnya literasi emosional, serta kurangnya pendidikan resolusi konflik di sekolah dapat mempercepat eskalasi pertikaian menjadi tindakan destruktif. \u201cKetika persoalan relasi sosial sederhana berubah menjadi kekerasan terencana, situasi tersebut sudah masuk kategori sangat mengkhawatirkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1375\" data-end=\"1859\">KPAI juga menekankan kewajiban negara memastikan proses hukum berjalan tegas sekaligus memberi perlindungan psikologis bagi keluarga korban. Di sisi lain, aparat penegak hukum diminta tetap memperhatikan status pelaku yang masih di bawah umur dengan mengacu pada sistem peradilan pidana anak. \u201cPendekatan khusus terhadap anak bukan berarti pelaku terbebas dari tanggung jawab hukum. Proses pidana tetap harus berjalan sesuai aturan, disertai pembinaan dan rehabilitasi,\u201d tegas Aris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1861\" data-end=\"2275\">Sementara itu, penyelidikan yang dilakukan aparat mengarah pada penangkapan dua terduga pelaku oleh Unit Resmob Satreskrim <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Polres Cimahi<\/span><\/span> di wilayah Garut. Kapolres Cimahi, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Niko N Adi Putra<\/span><\/span>, memastikan keduanya masih berstatus anak. \u201cKeduanya belum dewasa; satu masih tercatat sebagai pelajar, sedangkan lainnya sudah tidak bersekolah dan bekerja serabutan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2277\" data-end=\"2554\">Peristiwa pembunuhan diduga terjadi pada Senin (09\/02\/2026) di area eks objek wisata Kampung Gajah, Bandung Barat. Jasad korban kemudian ditemukan pada Jumat (13\/02\/2026) malam, memicu penyelidikan intensif hingga pelaku berhasil diamankan setelah sempat melarikan diri ke Tasikmalaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2556\" data-end=\"2739\">Kasus ini kembali menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter, kesehatan mental remaja, serta keterlibatan keluarga dan sekolah dalam mencegah konflik berujung kekerasan fatal.[]\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2556\" data-end=\"2739\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA BARAT \u2014 Kasus pembunuhan terhadap pelajar SMP berinisial ZAAQ (14) yang diduga dilakukan dua remaja berinisial YA (16) dan AP (17) menuai perhatian serius dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Lembaga tersebut menilai peristiwa ini sebagai bentuk kekerasan ekstrem antaranak yang berujung pada hilangnya hak hidup korban. Komisioner KPAI, Aris Adi Leksono, menyampaikan belasungkawa mendalam &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":166439,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,9359,35],"tags":[],"class_list":["post-166438","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-jawa-barat","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166438","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166438"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166438\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":166440,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166438\/revisions\/166440"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166439"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166438"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166438"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166438"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}