{"id":166597,"date":"2026-02-17T11:39:42","date_gmt":"2026-02-17T03:39:42","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=166597"},"modified":"2026-02-17T11:39:42","modified_gmt":"2026-02-17T03:39:42","slug":"geger-bekasi-bayi-dibuang-di-perumahan-sejoli-ditangkap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/geger-bekasi-bayi-dibuang-di-perumahan-sejoli-ditangkap\/","title":{"rendered":"Geger Bekasi! Bayi Dibuang di Perumahan, Sejoli Ditangkap"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"85\" data-end=\"472\"><strong><span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">JAWA BARAT<\/span><\/span><\/strong> \u2014 Kasus pembuangan bayi menggegerkan warga <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Bekasi<\/span><\/span> setelah seorang bayi laki-laki ditemukan di kawasan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Perumahan Taman Puri Cendana<\/span><\/span>, Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, pada akhir pekan lalu. Polisi bergerak cepat dan menangkap sepasang kekasih yang diduga sebagai orang tua bayi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"474\" data-end=\"858\">Kapolsek Tambun Selatan, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Wuryanti<\/span><\/span>, mengungkapkan bahwa pasangan berinisial MS (23) dan RR (29) diduga meninggalkan bayi karena takut menghadapi konsekuensi sosial lantaran belum menikah. \u201cDugaan sementara, keduanya panik karena hubungan mereka belum sah sehingga memilih meninggalkan bayi yang baru dilahirkan,\u201d ujar Wuryanti pada Senin (16\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"860\" data-end=\"1269\">Bayi itu pertama kali ditemukan warga dalam kondisi masih sangat muda, lalu segera dibawa ke fasilitas kesehatan sebelum dirujuk ke <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">RSUD Kabupaten Bekasi<\/span><\/span>. Dari pemeriksaan tenaga medis, bayi dinyatakan sehat dengan berat sekitar 2,6 kilogram dan panjang 50 sentimeter. \u201cMenurut keterangan bidan, usia bayi diperkirakan baru beberapa jam dan kondisinya stabil,\u201d kata Wuryanti menambahkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1271\" data-end=\"1540\">Berbekal laporan masyarakat, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap ibu bayi pada sore hari, disusul ayah bayi beberapa jam kemudian di wilayah Tambun Selatan. Sejumlah barang yang diduga terkait peristiwa tersebut turut diamankan sebagai barang bukti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1542\" data-end=\"1790\">Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mengambil keputusan ekstrem ketika menghadapi persoalan pribadi. \u201cKami mengingatkan warga untuk mencari bantuan dan tidak menempuh jalan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1792\" data-end=\"1942\">Kasus ini masih didalami untuk menentukan proses hukum selanjutnya, sementara kondisi bayi terus dipantau tenaga medis guna memastikan keselamatannya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1792\" data-end=\"1942\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA BARAT \u2014 Kasus pembuangan bayi menggegerkan warga Bekasi setelah seorang bayi laki-laki ditemukan di kawasan Perumahan Taman Puri Cendana, Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, pada akhir pekan lalu. Polisi bergerak cepat dan menangkap sepasang kekasih yang diduga sebagai orang tua bayi tersebut. Kapolsek Tambun Selatan, Wuryanti, mengungkapkan bahwa pasangan berinisial MS (23) dan RR &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":166598,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,9359,35],"tags":[],"class_list":["post-166597","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-jawa-barat","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166597","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166597"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166597\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":166599,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166597\/revisions\/166599"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166597"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166597"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}