{"id":166600,"date":"2026-02-17T11:46:33","date_gmt":"2026-02-17T03:46:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=166600"},"modified":"2026-02-17T11:46:33","modified_gmt":"2026-02-17T03:46:33","slug":"perkelahian-siang-hari-di-tapin-diselesaikan-kekeluargaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/perkelahian-siang-hari-di-tapin-diselesaikan-kekeluargaan\/","title":{"rendered":"Perkelahian Siang Hari di Tapin Diselesaikan Kekeluargaan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"82\" data-end=\"415\"><strong>TAPIN<\/strong> \u2014 Ketegangan antarwarga di Desa Tangkawang Lama, Kecamatan Bakarangan, berubah menjadi insiden berdarah pada Minggu (15\/02\/2026). Perkelahian yang terjadi di sekitar lingkungan sekolah dasar itu membuat seorang pria harus menjalani perawatan medis akibat luka serius dari senjata tajam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"417\" data-end=\"768\">Korban bernama <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Ahmad Yandi<\/span><\/span> (40) diketahui mengalami sejumlah sabetan, sementara lawannya, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Muhammad Yamin<\/span><\/span> (38), merupakan warga desa yang sama. Aparat kepolisian segera mengevakuasi korban ke <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">RSUD Datu Sanggul<\/span><\/span> setelah menerima laporan warga mengenai perkelahian tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"770\" data-end=\"1100\">Kasi Humas Polres Tapin, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Imam Subhan<\/span><\/span>, menyebut petugas mendapati korban dalam kondisi terluka cukup berat sehingga membutuhkan penanganan cepat. \u201cPrioritas kami saat itu memastikan korban segera mendapatkan perawatan medis karena terdapat luka akibat benda tajam,\u201d ungkapnya pada Senin (16\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1102\" data-end=\"1399\">Pemeriksaan medis menunjukkan adanya beberapa luka robek terbuka di bagian kepala, tangan, hingga kaki korban. Polisi juga menemukan sebilah parang di lokasi kejadian yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Sejumlah saksi kemudian dimintai keterangan guna memperjelas kronologi bentrokan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1401\" data-end=\"1671\">Meski sempat memasuki tahap penyelidikan, perkara ini tidak berlanjut ke proses hukum. Kedua pihak memilih menempuh jalur kekeluargaan dan menandatangani kesepakatan damai di kantor kepolisian sektor setempat pada Senin (16\/02\/2026) pagi dengan disaksikan perangkat desa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1673\" data-end=\"2014\">Dalam kesepakatan itu, masing-masing pihak menyatakan tidak saling menuntut serta berjanji menjaga ketertiban lingkungan. Kepolisian tetap mengingatkan masyarakat agar mengedepankan penyelesaian konflik secara bijak. \u201cEmosi sesaat kerap berujung penyesalan, sehingga kami mengimbau warga menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan,\u201d tegasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1673\" data-end=\"2014\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TAPIN \u2014 Ketegangan antarwarga di Desa Tangkawang Lama, Kecamatan Bakarangan, berubah menjadi insiden berdarah pada Minggu (15\/02\/2026). Perkelahian yang terjadi di sekitar lingkungan sekolah dasar itu membuat seorang pria harus menjalani perawatan medis akibat luka serius dari senjata tajam. Korban bernama Ahmad Yandi (40) diketahui mengalami sejumlah sabetan, sementara lawannya, Muhammad Yamin (38), merupakan warga &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":166601,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2276,2298],"tags":[],"class_list":["post-166600","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-tapin-provinsi-kalimantan-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166600","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166600"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166600\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":166602,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166600\/revisions\/166602"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166601"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166600"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166600"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166600"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}