{"id":166629,"date":"2026-02-17T12:32:14","date_gmt":"2026-02-17T04:32:14","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=166629"},"modified":"2026-02-17T12:32:14","modified_gmt":"2026-02-17T04:32:14","slug":"rayuan-pelaku-berujung-tindak-pidana-dua-siswi-jadi-korban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/rayuan-pelaku-berujung-tindak-pidana-dua-siswi-jadi-korban\/","title":{"rendered":"Rayuan Pelaku Berujung Tindak Pidana, Dua Siswi Jadi Korban"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"294\"><strong><span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">SEKADAU<\/span><\/span>\u00a0<\/strong>\u2014 Aparat kepolisian mengungkap dua kasus kekerasan seksual terhadap anak yang melibatkan dua pekerja bangunan di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Peristiwa ini menimpa dua pelajar perempuan tingkat SD dan SMP yang diketahui saling berteman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"296\" data-end=\"707\">Kapolres Sekadau <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Andhika Wiratama<\/span><\/span> melalui Kasat Reskrim <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Zainal Abidin<\/span><\/span> menyampaikan bahwa penanganan perkara dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) setelah laporan diterima pada pertengahan Februari 2026. Kedua pelaku yang berasal dari wilayah Punggur diduga menggunakan cara membujuk korban sebelum melancarkan aksinya di lokasi yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"709\" data-end=\"1103\">Menurut Zainal, penyelidikan awal menunjukkan tindak pidana terhadap salah satu korban terjadi lebih dari sekali di bangunan kosong kawasan Sekadau Hulu. Setelah menerima laporan pada Kamis (12\/02\/2026), polisi segera melakukan pemeriksaan saksi, visum korban, hingga pengumpulan barang bukti sebelum akhirnya menangkap tersangka pertama berinisial B pada hari yang sama sekitar pukul 12.30 WIB. \u201cTersangka mengakui perbuatannya dilakukan berulang dan saat ini telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1234\" data-end=\"1585\">Tidak lama kemudian, laporan kedua diterima terkait korban lain yang mengalami kekerasan seksual di dalam bak dump truck yang terparkir di depan bangunan kosong lokasi yang sama dengan kejadian sebelumnya. Tim Satreskrim kemudian menangkap tersangka F yang juga mengakui perbuatannya serta diketahui memiliki hubungan pertemanan dengan pelaku pertama. \u201cKami memastikan seluruh proses berjalan profesional sekaligus menjamin perlindungan maksimal bagi para korban,\u201d tambah Zainal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1720\" data-end=\"2004\">Kedua tersangka kini ditahan dan dijerat ketentuan pidana dalam Undang-Undang terbaru tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Kepolisian juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan dugaan tindak kekerasan terhadap anak agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1720\" data-end=\"2004\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEKADAU\u00a0\u2014 Aparat kepolisian mengungkap dua kasus kekerasan seksual terhadap anak yang melibatkan dua pekerja bangunan di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Peristiwa ini menimpa dua pelajar perempuan tingkat SD dan SMP yang diketahui saling berteman. Kapolres Sekadau Andhika Wiratama melalui Kasat Reskrim Zainal Abidin menyampaikan bahwa penanganan perkara dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":166630,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,2380],"tags":[],"class_list":["post-166629","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sekadau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166629","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166629"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166629\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":166631,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166629\/revisions\/166631"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166630"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166629"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166629"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166629"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}