{"id":166731,"date":"2026-02-18T10:54:44","date_gmt":"2026-02-18T02:54:44","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=166731"},"modified":"2026-02-18T10:54:44","modified_gmt":"2026-02-18T02:54:44","slug":"wadah-talenta-muda-grafeo-u-15-di-kutai-barat-sukses-digelar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wadah-talenta-muda-grafeo-u-15-di-kutai-barat-sukses-digelar\/","title":{"rendered":"Wadah Talenta Muda, Grafeo U-15 di Kutai Barat Sukses Digelar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"331\" data-end=\"740\"><strong>KUTAI BARAT<\/strong> \u2013 Pelaksanaan Grafeo untuk pemain di bawah usia 15 tahun yang digelar komunitas pelatih sepak bola di Kabupaten Kutai Barat mendapat apresiasi positif dari Marwal Iskandar, pelatih bersertifikat FIFA dan AFC sekaligus coach educator. Hal ini disampaikannya dalam wawancara langsung usai kegiatan yang berlangsung selama dua hari di lapangan SKD Sekolaq Darat Kutai Barat, Selasa (17\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"742\" data-end=\"1115\">Marwal menjelaskan, kegiatan yang diikuti delapan tim tersebut bukan sekadar turnamen biasa, melainkan wadah pembinaan bagi pemain usia dini. \u201cIni bukan sekadar trofeo, tapi grafeo yang dibuat secara mandiri oleh komunitas pelatih tanpa sponsor. Sangat positif karena memberi ruang kepada pemain usia di bawah 15 tahun untuk mendapatkan jam bermain yang sama,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1117\" data-end=\"1391\">Dalam pelaksanaannya, panitia menerapkan sistem cup and plate atau ronde, sehingga tim yang kalah tetap bertanding kembali. Menurut Marwal, konsep tersebut penting agar seluruh pemain memperoleh kesempatan bermain yang merata sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pelatih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1393\" data-end=\"1741\">Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ajang seleksi menuju kompetisi Suratin U-15. Beberapa pemain kelahiran 2008 bahkan dilibatkan sebagai \u201cjoker\u201d untuk menambah pengalaman bertanding. \u201cIni aset sepak bola Kutai Barat. Talenta di sini bagus, tapi talenta saja tidak cukup. Harus diedukasi dengan pemahaman sepak bola yang benar,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1743\" data-end=\"2126\">Marwal juga mengungkapkan rencana pembentukan liga usia dini yang digagas bersama Ketua Askab PSSI Kutai Barat, Teddy Rahkmat, yang juga memberikan lima bola kepada setiap tim yang ikut serta, ada enam tim yang terlibat. Liga tersebut direncanakan berlangsung setiap akhir pekan selama dua hingga tiga bulan, mencakup kelompok usia 6\u201312 tahun dan 13\u201315 tahun secara berjenjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2128\" data-end=\"2368\">Ia berharap pembinaan tidak hanya fokus pada pemain, tetapi juga peningkatan kualitas pelatih melalui lisensi kepelatihan. \u201cQuality players lahir dari quality coaches. Sepak bola masa depan harus kita siapkan dari sekarang,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2370\" data-end=\"2613\">Pesan moral penting juga disampaikan beliau: \u201cJangan pernah melupakan pemain usia dini. Dari merekalah masa depan lahir dan dibentuk. Jika kamu mengabaikan pembinaan sejak usia dini, maka bersiaplah kehilangan generasi emas di masa depan.\u201d []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Muhammad Jamaluddin | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI BARAT \u2013 Pelaksanaan Grafeo untuk pemain di bawah usia 15 tahun yang digelar komunitas pelatih sepak bola di Kabupaten Kutai Barat mendapat apresiasi positif dari Marwal Iskandar, pelatih bersertifikat FIFA dan AFC sekaligus coach educator. Hal ini disampaikannya dalam wawancara langsung usai kegiatan yang berlangsung selama dua hari di lapangan SKD Sekolaq Darat Kutai &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":78,"featured_media":166732,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,483],"tags":[14696,1806,14692],"class_list":["post-166731","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-barat","tag-grafeo-u-15-kutai-barat","tag-kutai-barat","tag-sepakbola"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166731","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/78"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166731"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166731\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":166786,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166731\/revisions\/166786"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166732"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166731"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166731"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166731"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}