{"id":166853,"date":"2026-02-18T16:16:13","date_gmt":"2026-02-18T08:16:13","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=166853"},"modified":"2026-02-18T16:16:13","modified_gmt":"2026-02-18T08:16:13","slug":"lamandau-gempar-kurir-35-kg-sabu-ditangkap-usai-kabur-ke-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/lamandau-gempar-kurir-35-kg-sabu-ditangkap-usai-kabur-ke-hutan\/","title":{"rendered":"Lamandau Gempar! Kurir 35 Kg Sabu Ditangkap Usai Kabur ke Hutan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"330\" data-end=\"671\"><strong>LAMANDAU<\/strong> &#8211; \u00a0Aparat dari <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Polda Kalimantan Tengah<\/span><\/span> bersama <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Polres Lamandau<\/span><\/span> mengungkap kasus peredaran narkotika skala besar di jalur Trans Kalimantan, Kecamatan Delang. Dua orang yang diduga sebagai kurir sabu berhasil diamankan setelah sempat melarikan diri ke kawasan hutan saat hendak diperiksa petugas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"673\" data-end=\"954\">Pengungkapan bermula dari patroli penyisiran jalur penghubung Kalimantan Barat\u2013Kalimantan Tengah sejak 9 Februari 2026. Pada dini hari berikutnya sekitar pukul 02.30 WIB, polisi mencurigai sebuah mobil Toyota Raize merah yang melintas dan mencoba menghentikannya untuk pemeriksaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"956\" data-end=\"1093\">Kapolda Kalteng, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Iwan Kurniawan<\/span><\/span>, menjelaskan kendaraan tersebut justru tancap gas sehingga memicu aksi pengejaran. \u201cSaat akan diberhentikan, pengemudi malah mempercepat laju kendaraan untuk menghindari pemeriksaan petugas,\u201d ujarnya dalam konferensi pers di <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Palangka Raya<\/span><\/span>, Rabu (18\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1299\" data-end=\"1503\">Pengejaran berakhir ketika mobil melambat dan dua orang di dalamnya turun lalu berlari ke hutan. Aparat dibantu warga melakukan penyisiran intensif hingga akhirnya kedua terduga pelaku berhasil ditemukan. \u201cSetelah proses pencarian yang cukup panjang, keduanya dapat diamankan dan langsung dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1643\" data-end=\"1898\">Dari hasil penggeledahan, polisi menyita puluhan paket sabu dengan berat total sekitar 35 kilogram serta lebih dari 15 ribu butir ekstasi. Selain itu, turut diamankan uang tunai jutaan rupiah, dua unit telepon genggam, dan kendaraan yang digunakan pelaku. \u201cPara terduga kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2028\" data-end=\"2243\">Kasus ini memperlihatkan masih aktifnya jalur lintas provinsi sebagai rute distribusi narkotika, sekaligus menjadi peringatan bagi aparat untuk terus memperketat pengawasan di wilayah perbatasan dan jalur strategis. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2028\" data-end=\"2243\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMANDAU &#8211; \u00a0Aparat dari Polda Kalimantan Tengah bersama Polres Lamandau mengungkap kasus peredaran narkotika skala besar di jalur Trans Kalimantan, Kecamatan Delang. Dua orang yang diduga sebagai kurir sabu berhasil diamankan setelah sempat melarikan diri ke kawasan hutan saat hendak diperiksa petugas. Pengungkapan bermula dari patroli penyisiran jalur penghubung Kalimantan Barat\u2013Kalimantan Tengah sejak 9 Februari &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":166854,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2259,9360],"tags":[],"class_list":["post-166853","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-tengah","category-lamandau"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166853","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166853"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166853\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":166855,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166853\/revisions\/166855"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166854"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166853"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166853"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166853"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}