{"id":166859,"date":"2026-02-18T16:59:02","date_gmt":"2026-02-18T08:59:02","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=166859"},"modified":"2026-02-18T16:59:02","modified_gmt":"2026-02-18T08:59:02","slug":"konflik-lahan-kian-panas-warga-ancam-tempuh-jalur-hukum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/konflik-lahan-kian-panas-warga-ancam-tempuh-jalur-hukum\/","title":{"rendered":"Konflik Lahan Kian Panas, Warga Ancam Tempuh Jalur Hukum"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"256\" data-end=\"582\"><strong>KOTAWARINGIN BARAT<\/strong> &#8211; Ratusan warga menggelar aksi protes di wilayah <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Pangkalan Bun<\/span><\/span>, Kalimantan Tengah, dengan menyasar aktivitas perusahaan sawit yang disebut sebagai pemegang kerja sama operasi dari <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">PT Agrinas Palma Nusantara<\/span><\/span>. Aksi tersebut berlangsung di area seluas 855 hektare pada Selasa (17\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"584\" data-end=\"908\">Massa aksi diketahui merupakan anggota <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Koperasi Anugerah Alam Permai<\/span><\/span> yang berasal dari Desa Kerabu, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat. Mereka menuntut penghentian kegiatan yang dijalankan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">PT Aji Jaya Plantation<\/span><\/span> karena dinilai belum memiliki kejelasan status pengelolaan lahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"910\" data-end=\"1070\">Salah seorang peserta aksi, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Suhud<\/span><\/span>, menjelaskan bahwa warga menyebar ke sejumlah titik untuk menandai klaim wilayah koperasi. \u201cKami bergerak ke delapan lokasi berbeda dan memasang spanduk sebagai pemberitahuan bahwa lahan tersebut berada dalam penguasaan koperasi,\u201d ujarnya, Selasa (17\/02\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1242\" data-end=\"1505\">Ketua koperasi, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Reban Nurjaman<\/span><\/span>, menyebut pemasangan spanduk merupakan bentuk peringatan awal kepada pihak perusahaan. Ia mengatakan koperasi memberikan waktu satu pekan agar perusahaan bersedia duduk bersama membahas persoalan tersebut. \u201cJika tidak ada tanggapan dalam batas waktu yang kami tentukan, maka jalur hukum akan menjadi opsi berikutnya,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1629\" data-end=\"1808\">Ia menambahkan, berdasarkan pendapat kuasa hukum koperasi, peluang pelaporan pidana terbuka apabila ditemukan unsur pelanggaran dalam aktivitas di lahan yang sedang disengketakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1810\" data-end=\"1988\">Sementara itu, Kepala Desa Kerabu, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Sulaiman<\/span><\/span>, menegaskan masyarakat siap mengambil langkah lanjutan apabila tidak ada itikad baik dari perusahaan. \u201cKami mempertimbangkan pemetaan batas wilayah secara fisik, termasuk pembuatan parit menggunakan alat berat sebagai penegasan klaim lahan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2141\" data-end=\"2389\">Dari pihak perusahaan, Direktur Operasional <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">PT Aji Jaya Plantation<\/span><\/span>, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Elmen Adipati Ginting<\/span><\/span>, menyatakan situasi di lapangan akan dilaporkan terlebih dahulu kepada pimpinan sebelum menentukan langkah selanjutnya. \u201cKami akan menyampaikan kondisi ini kepada manajemen untuk diputuskan tindak lanjut yang akan diambil,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2505\" data-end=\"2939\">Sengketa lahan tersebut sebelumnya telah difasilitasi pemerintah daerah melalui pertemuan pada 13 Januari 2026 yang mempertemukan pihak perusahaan dan koperasi. Namun mediasi belum menghasilkan keputusan karena perwakilan perusahaan yang hadir disebut tidak memiliki kewenangan mengambil kebijakan. Saat itu perusahaan berjanji memberikan kepastian lanjutan pada 15 Februari 2026, tetapi hingga tenggat berlalu belum ada perkembangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2941\" data-end=\"3124\">Ketegangan yang muncul pada Selasa (17\/02\/2026) kini menjadi sorotan publik, sembari menunggu langkah penyelesaian yang diharapkan mampu meredam konflik di wilayah perkebunan tersebut. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2941\" data-end=\"3124\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN BARAT &#8211; Ratusan warga menggelar aksi protes di wilayah Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dengan menyasar aktivitas perusahaan sawit yang disebut sebagai pemegang kerja sama operasi dari PT Agrinas Palma Nusantara. Aksi tersebut berlangsung di area seluas 855 hektare pada Selasa (17\/02\/2026). Massa aksi diketahui merupakan anggota Koperasi Anugerah Alam Permai yang berasal dari Desa &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":166860,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2259,2912],"tags":[],"class_list":["post-166859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kota-waringin-barat-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166859"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166859\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":166861,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166859\/revisions\/166861"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166860"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}